10 Hektare Tanaman Padi di Cianjur Diserang Hama Wereng Coklat, Dinas TPHPKP: 80 Hektare Terancam
ilustrasi padi.(pixabay)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Petani padi di Kabupaten Cianjur menghadapi serangan Hama Wereng Batang Coklat (WBC). Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) setempat mencatat ada tujuh desa di Kecamatan Karangtengah yang terserang hama dengan nama latin Nilaparvata Lugens tersebut.
Diantaranya Desa Langensari, Sukamantri, Hegarmanah, Sukamanah, Sukamulya, Sukasari dan Maleber. Total 10 hektare lahan sawah dengan umur tanaman padi 85-95 hari yang terserang hama wereng, sedangkan 80 hektare lainnya berstatus terancam.
"Kalau melihat data hari Jumat (13/6) ada di tujuh desa, cuma kalau melihat dari intensitas serangan secara keseluruhan sifatnya spot-spot secara hamparan ada sekitar 80 hektare. Cuma yang terkena pastinya kurang lebih sekitar 10 hektare," ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHPKP Cianjur, Dandan Hendayana kepada Cianjur Ekspres, Minggu 15 Juni 2025.
BACA JUGA:Cilok Bumbu Kacang Viral, 20 Baskom Ludes dalam 2 Jam
BACA JUGA:CFD Cianjur Jadi Ruang Sehat dan Sosial yang Diminati Warga
BACA JUGA:Single Fighter Musician Adam Bastian Hibur Pengunjung CFD Cianjur
Dinas TPHPKP Cianjur pun juga sedang melakukan kajian atau pemeriksaan lahan sawah di Kecamatan Cilaku dan Sukaluyu karena menunjukkan gejala yang hampir mirip dengan yang terjadi di Karangtengah.
"Hama wereng mengambil cairan inti (tanaman padi,red), jadi gejalanya kerdil, daung menguning dan seterusnya. Kita sedang melakukan pemeriksaan, mereka juga terserang," ucap Dandan.
Pihaknya pun sudah mengimbau Petugas Unit Pelaksana Teknis (PUPT) untuk melakukan antisipasi gejala dini terhadap serangan hama wereng agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap 80 hektare lahan padi yang terancam.
"Sudah menjadi rutinitas kita melalui tenaga penyuluh lapangan untuk melakukan proses antisipasi dan pengendalian hama penyakit dengan penyemprotan, atau perlindungan terhadap tanaman yang dimiliki oleh petani. Berikutnya melakukan proses pencegahan dengan melakukan penyiangan secara teratur," kata Dandan.
"Hal yang lain jika terjadi spot yang mengganggu minimal di bawah batas ambang kurang dari 5 persen harus dilakukan antisipasi. Kita sudah menyediakan stok pestisida yang setiap saat bisa digunakan melalui gerakan pengendalian di lapangan," tambahnya.
Saat ditanya apakah serangan hama wereng ini berpengaruh terhadap stok padi di Cianjur? Dandan menjelaskan, berdasarkan pengalaman jika serangan hama ini intensitasnya cukup tinggi hanya sekitar 1 sampai 2 persen yang bisa mengganggu. Adapun potensi panen padi di Kabupaten Cianjur bisa mencapai 300 ribu ton lebih per tahun dengan perhitungan rata-rata 6 ton per hektare dikali luas lahan 54 ribu hektare.
"Kalau melihat spot yang di Karangtengah ini relatif kecil. Artinya kalau kita melihat posisi tanaman padi yang di Cianjur ini kan kurang lebih (total lahan,red) hampir sekitar 54 ribu hektare. Jika yang terkena sebesar tadi, masih relatif di bawah satu persen," paparnya.
Hanya saja Dadan menegaskan, pihaknya tidak menganggap angka itu terlalu kecil, karena kaitannya dengan gangguan dan kerugian petani. Sehingga pihak Dinas TPHPKP Cianjur melakukan antisipasi dan pengendalian.
Sumber: