Dishub Cianjur Upayakan Angkot Masuk Kawasan Pasar Induk
Kawasan Pasar Induk Cianjur. Dinas Perhubungan (Dishub) Cianjur terus berupaya melakukan pengaturan trayek angkutan umum agar masuk kawasan Pasar Induk Cianjur.(Foto: Dok. CIANJUR EKSPRES)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur terus melakukan sejumlah upaya pengaturan trayek angkutan umum untuk masuk ke Pasar Induk Cianjur.
Namun, dinamika perubahan pola transportasi di masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi para sopir angkot saat ini.
Kepala Dishub Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, mengatakan, kondisi transportasi saat ini telah berbalik jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Saat ini sopir harus lebih aktif mencari penumpang karena banyaknya pilihan transportasi.
"Dulu penumpang yang mencari angkot karena keterbatasan kendaraan. Sekarang terbalik, angkot yang mencari penumpang. Hal ini membuat para sopir merasa kesulitan, terutama terkait pendapatan atau setoran," kata Aris, usai Rapat Dengar Pendapat di DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa 13 Januari 2026.
BACA JUGA:ATCS Sempat Tak Bisa Diakses, Ini Kata Dishub Cianjur
BACA JUGA:Dishub Cianjur Siagakan 150 Personel Hadapi Libur Nataru
Saat ini, lanjut dia, pihaknya mencatat dari 14 jalur atau trayek angkutan umum yang ada, 10 diantaranya telah menyatakan kesiapannya untuk masuk dan melayani area Pasar Induk Cianjur.
"Daftar trayek yang siap masuk ke kawasan pasar antara lain Jalur 1, 2, 7, dan 8, trayek Tipar/Gekbrong, Warung Jengkol, Bebedahan, Cibeber dan beberapa jalur lain," jelasnya.
Menurutnya, hasil koordinasi dengan para ketua jalur, beberapa sopir angkutan umum khawatir dengan potensi sepinya penumpang di area Pasar Induk Cianjur.
"Mereka bukan hanya butuh jalurnya, tapi butuh setoran. Tadi alasannya penumpangnya sedikit. Karena itu, mereka ada usulan pembebasan biaya bagi angkot yang masuk ke area pasar," katanya.
BACA JUGA:Dishub Cianjur Maksimalkan CCTV Awasi Lalin Selama Libur Nataru
BACA JUGA:Dishub Cianjur Tak Rekomedasikan Jalur Puncak II Dilalui Mobil
Aris menjelaskan bahwa selama ini memang tidak ada retribusi resmi bagi angkot. Namun ada biaya parkir saat masuk ke area Pasar Induk.
"Untuk angkot sebenarnya gratis, tidak ada retribusi. Tadi ada masukan soal biaya parkir yang sempat dikeluhkan jika masuk pasar, maka kami usulkan agar khusus angkot dibebaskan (gratis,res) agar mereka nyaman masuk ke dalam," jelasnya.
"Namun, secara prinsip, jalur-jalur ini akan terus diarahkan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat yang berbelanja ke pasar," sambung Aris.(Cr2)
Sumber:
