Banner Disway Award 2025

OVOD Prodi S1 Akuntansi FE UMMI Perkuat Kapasitas UMKM Desa Mekartani

OVOD Prodi S1 Akuntansi FE UMMI Perkuat Kapasitas UMKM Desa Mekartani

Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melaksanakan program OVOD (One Village One Department) di Desa Mekartani, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Jumat 23 Januari 2026. --

CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melaksanakan program OVOD (One Village One Department) di Desa Mekartani, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Jumat 23 Januari 2026. 

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan pencatatan keuangan usaha dan strategi pemasaran digital.

Sebanyak 25 pelaku UMKM Desa Mekartani mengikuti kegiatan yang dilaksanakan secara partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi, serta praktik langsung. Pelatihan ini bertujuan mendorong UMKM desa agar mampu mengelola usaha secara lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Akselerasi Program Rumah Bersubsidi

BACA JUGA:BMKG Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Lokasi Longsor Bandung Barat

BACA JUGA:BPR Cianjur Jabar Edukasi Literasi Keuangan di SMPN 1 Warungkondang

Ketua Tim OVOD Prodi S1 Akuntansi FE UMMI, Irfan Sophan Himawan, menjelaskan bahwa pencatatan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan mendasar UMKM saat ini.

“Melalui OVOD, kami ingin menghadirkan pendampingan yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi UMKM desa, sehingga pelaku usaha memiliki dasar yang kuat untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya. 

Instruktur OVOD, Dr. Elan Eriswanto, menambahkan, bahwa strategi pengembangan usaha perlu dipahami secara sederhana namun tepat sasaran.

“UMKM desa memiliki potensi besar. Dengan strategi pemasaran yang tepat dan pemanfaatan media digital, produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing,” ungkapnya.

Sementara itu, instruktur lainnya, Andri Indrawan, menekankan pentingnya pencatatan keuangan sebagai fondasi keberlanjutan usaha.

“Pencatatan keuangan sederhana bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi alat penting bagi UMKM untuk mengetahui kondisi usahanya dan mengambil keputusan yang lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UMMI, Ade Sudarma, yang juga merupakan bagian dari Tim OVOD, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.

“Program OVOD merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pembangunan ekonomi desa. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa diharapkan mampu mendorong UMKM tumbuh secara berkelanjutan,” tuturnya.

Sumber: