Jelang Ramadan, Dinas Pangan Cianjur Pastikan Stok Pangan Relatif Aman
Dinas Pangan Kabupaten Cianjur memastikan ketersediaan pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026 berada dalam kondisi relatif aman. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Moch. Nursidin)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID – Dinas Pangan Kabupaten Cianjur memastikan ketersediaan pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026 berada dalam kondisi relatif aman. Berdasarkan data proyeksi ketersediaan pangan Desember 2025, mayoritas komoditas strategis tercatat mengalami surplus.
Plt Kepala Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Firman Edi, mengatakan, data proyeksi Desember 2025 menjadi acuan awal untuk ketersediaan pangan Januari 2026. Secara umum, ketahanan pangan daerah dinilai cukup kuat, terutama ditopang oleh surplus beras.
“Secara keseluruhan, ketersediaan pangan Kabupaten Cianjur relatif aman. Mayoritas komoditas strategis mengalami surplus dan cukup untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2026,” kata Firman Edi kepada Cianjur Ekspres, Kamis 5 Februari 2026.
Berdasarkan data tersebut, komoditas beras tercatat memiliki ketersediaan sebesar 85.447 ton dengan kebutuhan 31.185 ton, sehingga surplus mencapai 54.262 ton dengan ketahanan hingga 56 hari. Jagung pipil kering juga mengalami surplus 4.472 ton dengan ketahanan tertinggi mencapai 80 hari.
BACA JUGA:Personel Gabungan Bersihkan Lapangan Prawatasari Cianjur dari Sampah
BACA JUGA:Penyaluran Bantuan Pangan Akhir Tahun di Cianjur Capai 78 Persen
Untuk komoditas hortikultura, cabai besar tercatat surplus 322 ton dengan ketahanan 55 hari, sementara cabai rawit surplus 848 ton dengan ketahanan 47 hari. Pada komoditas protein hewani, daging sapi surplus 49 ton, daging ayam surplus 515 ton, dan telur surplus 1.190 ton. Komoditas gula konsumsi dan minyak goreng juga tercatat surplus dengan ketahanan masing-masing 12 hari dan 21 hari.
Namun demikian, Dinas Pangan mencatat masih terdapat beberapa komoditas yang mengalami defisit. Kedelai mengalami defisit sekitar 51 ton, bawang merah defisit 234 ton, dan bawang putih defisit 196 ton. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketergantungan pasokan dari luar daerah atau impor untuk menjaga stabilitas ketersediaan dan harga.
“Komoditas yang defisit ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama bawang merah, bawang putih, dan kedelai,” jelas Firman.
Dia menambahkan, pihaknya bersama satuan tugas pangan yang terdiri dari Polres Cianjur, Bulog, Diskumdagin, serta instansi terkait telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan, khususnya di Pasar Induk Cianjur dan Pasar Muka. Pengecekan dilakukan untuk memantau harga sekaligus memastikan mutu bahan pangan.
BACA JUGA:DTPHPKP Cianjur Monitoring dan Evaluasi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah
BACA JUGA:DTPHPKP Cianjur Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan Oktober dan November di Kecamatan Sukaluyu
“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan mutu bahan pangan seperti sembako, daging, dan ikan laut, tidak ditemukan adanya kandungan formalin,” katanya.
Untuk proyeksi ketersediaan pangan Januari 2026, Firman menyebutkan data masih terus dihimpun dari berbagai sumber, mulai dari organisasi perangkat daerah, BUMN pangan seperti Bulog dan PT Berdikari, Badan Pusat Statistik (BPS), perusahaan peternakan, kelompok tani, pasar rakyat, ritel modern, hingga Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (KOPTI).
Sumber:
