Lokasi Pengeboran Geothermal di Cianjur Berjarak 700 Meter dari Permukiman Warga
PT. Daya Mas Geopatra Pangrango saat menunjukan lokasi pengeboran dari jarak permukiman warga.(Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)--
CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - PT. Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) sebut titik pengeboran panas bumi di zona pemantauan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP) berjarak 700 meter dari permukiman masyarakat.
Kepala Teknik Panas Bumi PT. DMGP, Yunis, mengatakan hingga saat ini proses pembangunan masih dalam proses pembebasan lahan di beberapa titik.
"Jadi kita saat ini masih dalam proses pembebasan lahan untuk akses jalan menuju ke titik pengeboran panas bumi," katanya, Rabu 11 Februari 2026.
BACA JUGA:Dinkes Sebut Kabupaten Cianjur Terancam Kehilangan Status UHC Prioritas
BACA JUGA:74 Calon Jemaah Haji Cianjur Ikuti Manasik Terintegrasi
BACA JUGA:Diskumdagin Cianjur Pastikan Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih Mulai Terealisasi
Menurutnya, akses jalan yang akan digunakan dalam proyek pembangunan panas bumi tersebut yaitu di Kampung Cibuntu, dan Kampung Pasircina Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet.
"Kita juga akan membuat yang menghubungkan antara Kampung Cibuntu dengan Pasircina. Sedangkan untuk jarak dari pemukiman warga ke titik pengeboran panas bumi sekitar 700 meter," katanya.
Selain itu, Yunis mengatakan pihaknya akan memasang alat gas detektor dibeberapa titik, seperti di Desa Sindangjaya, Ciputri, dan Cipendawa untuk mencegah kebocoran gas Hidrogen Sulfida (H2S).
"Nantinya kita juga bakal menempatkan beberapa petugas dan dibekali dengan handitalky. Jika gas detektor itu bunyi maka, sumur akan langsung ditutup," katanya.
Dia menambahkan, sebelum sumur nantinya beroperasi perusahan akan memastikan terlebih dulu diarea sekitar tidak ada warga yang beraktivitas.
"Tentunya sebelum mulai beroperasi kita pasti sosialisasi dulu, nanti warga yang biasa berprofesi sebagai petani bakal diberi kompensasi," katanya.(cr2)
Sumber:
