Banner Disway Award 2025

Gencarkan Sidak, Kementan Pastikan Pasokan Aman dan Harga Daging, Ayam, serta Telur Stabil Selama Ramadan

Gencarkan Sidak, Kementan Pastikan Pasokan Aman dan Harga Daging, Ayam, serta Telur Stabil Selama Ramadan

Gencarkan Sidak, Kementan Pastikan Pasokan Aman dan Harga Daging, Ayam, serta Telur Stabil Selama Ramadan.(pertanian.go.id)--

CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID -Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah daerah selama Ramadan guna memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi daging sapi, daging ayam, serta telur ayam ras tetap terjaga hingga menjelang Idulfitri. 

Hasil pengawasan di Depok, Bandung, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi menunjukkan pasokan di tingkat peternak dan rumah potong hewan (RPH) dalam kondisi cukup, sehingga harga di pasar relatif stabil sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.

Di Depok, sidak Minggu (22/2/2026) di Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka mencatat harga telur Rp31.000–Rp32.000 per kilogram, daging ayam Rp37.000-Rp40.000 per kilogram, dan daging sapi sekitar Rp140.000 per kilogram. Pasokan ayam terpantau melimpah di tingkat pedagang dengan distribusi terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga.

BACA JUGA:PLN Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik Akibat Cuaca Ekstrem di Wilayah Tanggeung

BACA JUGA:Harga Cabai dan Daging Sapi di Pasar Cipanas Cianjur Berangsur Turun

BACA JUGA:Menhub dan Menkopolkam Bahas Penguatan Keamanan dan Antisipasi Titik Rawan Angkutan Lebaran 2026

Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menegaskan harga masih dalam batas normal. “Harga daging ayam rata-rata masih berada di kisaran Rp37.000-Rp40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan harga tetap terjaga,” ujarnya, dikutip, Selasa 24 Februari 2026.

 Di Bandung, pemantauan 20–21 Februari 2026 dilakukan di RPH Kabupaten Bandung dan Pasar Kiaracondong. Pemotongan di RPH MBC rata-rata 15 ekor per hari dengan pasokan sapi siap potong dalam kondisi cukup. Harga karkas di tingkat RPH Rp105.000–Rp107.000 per kilogram, masih dalam koridor HAP.

Di tingkat pedagang, daging sapi dijual Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, sementara tipe has Rp150.000 per kilogram atau sekitar 7 persen di atas HAP. Struktur harga menunjukkan pedagang tingkat pertama menjual pada kisaran Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, sedangkan harga Rp150.000 terjadi pada pedagang tingkat kedua, mencerminkan dinamika margin di hilir.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan kenaikan tidak berasal dari hulu. 

“Harga karkas di RPH Rp105.000-Rp107.000 per kilogram masih dalam koridor acuan, sehingga kenaikan di pasar lebih pada margin di tingkat pedagang,” ujarnya. 

Ia menambahkan, “Harga ayam hidup di kandang masih sesuai acuan, jadi yang perlu dijaga adalah stabilitas distribusi dan margin di hilir agar tetap wajar.”

Harga daging ayam di Bandung tercatat Rp42.000 per kilogram atau sekitar 5 persen di atas HAP Rp40.000 per kilogram. Ayam hidup Rp22.500-Rp23.000 per kilogram dan telur Rp29.500 per kilogram, masih di bawah HAP.

Sekretaris Jenderal Pinsar, Mukhlis Wahyudi, serta Ketua Asosiasi Bandar Daging Jawa Barat (Apresiasi Nusantara), Baehaqi, menegaskan komitmen pelaku usaha menjaga harga sesuai acuan dan memastikan distribusi berjalan lancar sehingga tidak ada alasan harga daging melebihi Rp140.000 per kilogram.

Sumber: