Pemkab Cianjur Siapkan Jalur Alternatif Antisipasi Macet Mudik Lebaran 2026
Pemkab Cianjur mulai menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2026. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Moch. Nursidin)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Pemkab Cianjur mulai menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2026. Sejumlah ruas jalan kabupaten dipersiapkan sebagai jalur pilihan bagi pemudik apabila terjadi kemacetan di jalur utama nasional yang melintasi wilayah Cianjur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, mengatakan, jalur alternatif tersebut berada di beberapa titik, di antaranya jalur Hanjawar, jalur Selaeurih menuju Sukaluyu, serta ruas jalan Mariwati. Beberapa ruas tersebut saat ini tengah menjalani perbaikan agar layak dilalui kendaraan selama musim mudik.
“Memang jalur utama mudik berada di jalan nasional. Namun kami menyiapkan jalur alternatif melalui beberapa ruas jalan kabupaten sebagai opsi bagi pemudik jika terjadi kepadatan lalu lintas,” ujar Eri kepada wartawan, Rabu 11 Maret 2026.
Eri menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat beberapa segmen jalan yang membutuhkan penanganan. Pemerintah daerah menargetkan seluruh perbaikan tersebut dapat diselesaikan sebelum puncak arus mudik berlangsung.
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Sebut Jalur Puncak 2 Diproyeksikan Digunakan Tahun Depan
BACA JUGA: Polres Cianjur dan Dishub Tak Rekomendasikan Jalur Puncak 2 Dilintasi Pemudik
“Masih ada beberapa segmen yang harus diperbaiki. Kami menargetkan sebelum tanggal 13 Maret pekerjaan tersebut sudah selesai sehingga jalur alternatif dapat digunakan dengan aman,” jelasnya.
Namun proses perbaikan sempat mengalami hambatan akibat cuaca yang tidak menentu. Curah hujan yang cukup tinggi membuat pekerjaan perbaikan jalan harus dilakukan secara bertahap agar kualitasnya tetap terjaga.
Eri mencontohkan kondisi jalan di kawasan bundaran lampu Gentur yang beberapa kali mengalami kerusakan meski telah diperbaiki. Pada Januari lalu jalan tersebut sempat diperbaiki, namun hanya bertahan beberapa hari sebelum kembali rusak. Hal serupa juga terjadi pada Februari setelah dilakukan pengaspalan.
“Pengaruh cuaca cukup besar. Januari sudah diperbaiki, sekitar lima sampai tujuh hari kemudian rusak lagi. Februari juga sempat diaspal tetapi kembali mengalami kerusakan,” katanya.
BACA JUGA:Jalur Pansela Minim PJU, Satlantas Polres Cianjur Segera Koordinasi dengan Instansi Terkait
BACA JUGA:Jelang Libur Nataru, Kapolda Jabar Cek Kesiapan Jalur Puncak
Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya memutuskan melakukan perbaikan menggunakan material beton yang dinilai lebih kuat dan tahan lama. Saat ini proses administrasi pengerjaan tengah diselesaikan dan dijadwalkan mulai berkontrak pada 13 Maret mendatang.
Selain faktor cuaca, pengerjaan juga sempat terdampak kebijakan pembatasan operasional angkutan barang menjelang masa mudik yang diatur melalui surat edaran tiga kementerian. Kebijakan tersebut turut mempengaruhi distribusi material untuk perbaikan jalan.
Sumber: