Kemendikdasmen Bagikan 24 Ribu Buku untuk Pemudik di Stasiun dan Terminal

Kemendikdasmen Bagikan 24 Ribu Buku untuk Pemudik di Stasiun dan Terminal

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menyelenggarakan program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026. (Foto: Kemendikdasmen.go.id)--

JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menyelenggarakan program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026.  Program ini bertujuan memberikan alternatif kegiatan edukatif bagi para pemudik, khususnya anak-anak usia sekolah, selama perjalanan mudik Lebaran. 

Jumlah buku dan titik tempat pembagian buku meningkat dibanding sebelumnya yakni sebanyak 24 ribu buku dibagikan di 9 titik yaitu Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak (Banten), serta Terminal Pakupatan di Serang, Banten. 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasinya atas program yang telah terlaksana sejak tahun 2023. “Alhamdulillah, tahun ini diselenggarakan di 9 titik, lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 6 titik. Jumlah bukunya juga lebih banyak; tahun lalu 20 ribu, tahun ini 24 ribu eksemplar. Mudah-mudahan tahun depan bisa mencapai 42 ribu,” ujar Abdul Mu'ti dilansir dari laman Kemendikdasmen.go.id.

Mendikdasmen mengatakan, program ini adalah strategi Kemendikdasmen dalam menumbuhkan minat baca anak-anak. “Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus memupuk dan meningkatkan budaya membaca, khususnya bacaan yang berkualitas. Sasaran utamanya adalah buku anak-anak, agar anak-anak lebih banyak memegang buku daripada memegang gawai,” katanya.

BACA JUGA:Kemendikdasmen Berikan Relaksasi Penggunaan Dana BOSP

BACA JUGA:Kemendikdasmen Resmi Perbarui Rapor Pendidikan  

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian yang turut hadir memberikan apresiasinya. “Kami mengapresiasi semua pihak, kegiatan yang nampaknya sederhana ini saya yakini akan sangat besar dampaknya. Menyediakan buku di ruang publik adalah ide yang sangat brilian untuk mendorong minat baca sejak dini dan mempererat relasi orang tua dan anak melalui media buku yang bermutu,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa literasi tidak terbatas di sekolah saja. “Literasi tumbuh bukan hanya di ruang kelas atau rumah, tapi dari mana pun. Saya berharap ke depan disediakan perpustakaan mini bagi para penumpang, bukan hanya saat mudik saja,” tutur Hetifah.

Evi, ibu dengan dua anak yang sedang menunggu keberangkatan ke kampung halamannya merasa sangat terbantu. “Program ini menurut saya bagus sekali, menarik. Anak-anak jadi tidak main gawai terus karena fokus baca buku. Jadi, mudah-mudahan tahun berikutnya (program ini) terus ada dan lebih banyak lagi tempat-tempat (titik) yang bisa dikunjungi,” ungkapnya.

 

Sumber: