SAR Gabungan Perluas Pencarian Anak Tenggelam hingga Waduk Cirata
Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian anak tenggelam di Waduk Cirata, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.(Foto: Dok. SAR Cianjur)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Memasuki hari keenam Tim SAR gabungan melakukan pencarian anak yang tenggelam di Sungai Cikondang, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur hingga ke Waduk Cirata.
Diketahui PSN (10) dilaporkan tenggelam berenang bersama lima orang temannya di aliran Sungai Cikondang pada Minggu 3 Mei 2026 lalu.
Kanit SAR Cianjur, Andhika mengatakan, sebanyak 79 personel SAR gabungan diturunkan untuk melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di aliran Sungai Cikondang.
"Puluhan personel SAR gabungan tersebut terdiri dari SAR Cianjur, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Tagana, PMI Cianjur dan relawan terkait serta masyarakat," katanya, Minggu 10 Mei 2026.
BACA JUGA:Hari Ketiga, Tim SAR Intensif Cari Anak Tenggelam di Sungai Cikondang Cianjur
BACA JUGA:Anak Dilaporkan Hilang Tenggelam di Sungai Cikondang, Tim SAR Lakukan Pencarian
Memasuki hari keenam ini, lanjut dia, SAR gabungan telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Cikondang hingga ke Sungai Cisokan di Kecamatan Mande.
"Saat ini SAR gabungan tengah memfokuskan upaya pencarian di Waduk Cirata. Karena hilir aliran Sungai Cikondang masuk ke Sungai Cisokan dan hilirnya Waduk Cirata," ujar Andhika.
Dia menjelaskan, penyisiran di Waduk Cirata menggunakan dua perahu karet Basarnas dan Damkar Cianjur mulai dari titik Legok Terong sampai ke Nusa Dua perairan bendungan Cirata sejauh 8 kilometer.
"Selain perahu karet, kita juga menggunakan satu unit drone dalam upaya pencarian korban. Di hari keenam pencarian dari titik awal korban dilaporkan hilang ke Waduk Cirata hampir sejauh 50 kilometer," jelasnya.
BACA JUGA:Berenang di Sungai, Anak 9 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Cilaku Cianjur
BACA JUGA:Korban Tenggelam di Sungai Cijampang Cianjur Ditemukan Sejauh 14 Kilometer
Selain itu, lanjut Andhika, pihaknya juga telah menempatkan safety officer dan tim reaksi cepat yang dilengkapi perapatan medis.
"Jika terjadi keadaan darurat On-Scene Coordinator (OSC) akan melakukan brodacast via radio maupun alat komunikasi lainnya untuk menghentikan proses pencarian korban," katanya.(Cr2)
Sumber: