Ribuan Guru Honorer di Cianjur Menanti Kepastian Status

Ribuan Guru Honorer di Cianjur Menanti Kepastian Status

Ribuan guru honorer saat menggelar aksi unjuk rasa dan audiensi di Gedung DPRD Cianjur beberapa waktu lalu. (Foto: CIANJUR EKSPRES--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Sekitar 1.500 guru honorer tenaga kerja sukarela (TKS) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Cianjur masih menghadapi ketidakjelasan status kepegawaian di tengah rencana penghapusan tenaga honorer secara nasional pada akhir 2026. 

Hingga kini, sebagian besar dari mereka belum terangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kondisi tersebut membuat para guru honorer yang telah lama mengabdi di berbagai sekolah negeri di Cianjur terus menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, pihaknya masih menunggu regulasi lanjutan terkait penataan tenaga honorer di daerah.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada surat resmi terbaru mengenai mekanisme penghapusan tenaga honorer, meski pemerintah daerah sejak awal 2025 sudah menghentikan penerimaan honorer baru di lingkungan sekolah negeri.

BACA JUGA:Nasib Ribuan Guru Honorer Cianjur Belum Jelas, Ini Kata Anggota Komisi IV DPRD

BACA JUGA:Nasib Ribuan Guru Honorer di Cianjur Masih Terombang-ambing

“Sejak 1 Januari 2025 kami sudah tidak menerima tenaga honorer baru. Sampai sekarang kami masih menunggu aturan resmi dari pusat,” katanya kepada wartawan, Senin 11 Mei 2026.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga pengajar di sekolah masih cukup tinggi. Banyaknya guru yang memasuki masa pensiun membuat sekolah tetap membutuhkan keberadaan guru TKS untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan.

Karena itu, Disdikpora masih memberdayakan guru honorer yang selama ini memperoleh honor dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Sekolah masih membutuhkan mereka karena ada kekurangan guru di sejumlah wilayah. Banyak juga yang sudah lama mengabdi,” ujarnya.

BACA JUGA:BKPSDM Cianjur Sebut 56 Orang PPPK Paruh Waktu Belum Tanda Tangan Kontrak

BACA JUGA:Pemprov Jabar Siapkan Rp60,8 Miliar untuk THR PPPK Paruh Waktu

Berdasarkan data Disdikpora, sekitar 1.500 guru TKS saat ini tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Cianjur. Sebagian besar telah bertahun-tahun mengajar, namun belum memperoleh kepastian status sebagai ASN maupun PPPK penuh waktu.

Ruhli mengakui persoalan honorer menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, terlebih banyak tenaga honorer yang usianya sudah tidak muda tetapi masih tetap mengabdi demi kebutuhan sekolah.

Sumber: