Hasil Lab Ungkap Dugaan Penyebab Keracunan Massal MBG di Leles Cianjur
Ilustrasi-bakteri. (Foto: Pixabay)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWA.ID - Penyebab keracunan massal yang menimpa 143 balita penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, akhirnya mulai terungkap.
Hasil pemeriksaan laboratorium menemukan adanya kandungan bakteri hingga zat kimia nitrit pada sejumlah sampel makanan MBG yang diduga menjadi pemicu gangguan kesehatan para balita tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Javed Sumawe Matapung, mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap 12 sampel makanan MBG yang dibagikan selama periode 15 hingga 17 April 2026.
Dari hasil pengujian laboratorium, ditemukan adanya bakteri pada beberapa sampel makanan yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.
BACA JUGA:Balita Keracunan Diduga Usai Santap MBG di Leles Cianjur Meninggal Dunia
BACA JUGA:Pasca Keracunan Massal, Tiga Penyedia MBG di Cianjur Ditutup Sementara
“Betul ada bakteri yang ditemukan, meskipun bukan bakteri E.coli. Tetapi bakteri tersebut bisa memicu gangguan kesehatan dan ditemukan pada sampel makanan MBG di hari Rabu, Kamis, dan Jumat saat munculnya gejala keracunan,” katanya, Selasa 12 Mei 2026.
Menurutnya, bakteri tersebut kemungkinan muncul akibat persoalan kebersihan dalam proses pengolahan makanan, mulai dari tahap pencucian bahan, proses memasak, hingga pengemasan.
“Bakteri ini bisa muncul akibat aktivitas sentuhan atau faktor kehigienisan dalam pengolahan makanan,” paparnya.
Selain temuan bakteri, Dinkes Cianjur juga menemukan kandungan zat kimia nitrat pada dua sampel makanan. Namun, kadar yang ditemukan disebut masih berada di bawah ambang batas aman.
BACA JUGA:BGN Wilayah Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium Soal Penyebab Keracunan Diduga Akibat MBG
BACA JUGA:Korban Keracunan Diduga Akibat MBG di Tiga Kecamatan di Cianjur 273 Orang
“Dari dua sampel memang ditemukan nitrat sekitar 0,02 mg/kg, tapi masih di bawah ambang batas,” ujar Javed.
Di sisi lain, Tim Investigasi Independen Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan hasil berbeda dalam laporannya. Berdasarkan uji laboratorium Labkesda Jawa Barat terhadap menu MBG dari SPPG Leles 2 pada 13, 14, 15, 17, dan 18 April 2026, tidak ditemukan adanya cemaran bakteri.
Sumber: