Cianjur Segera Miliki Alat Pengolah Sampah Jadi Briket

Cianjur Segera Miliki Alat Pengolah Sampah Jadi Briket

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Komarudin.(Foto: Dok. Cianjur Ekspres)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tahun ini akan memberikan bantuan bagi seluruh kabupaten dan kota, termasuk Cianjur berupa satu alat pengolah sampah menjadi briket berkapasitas lima ton per hari.

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Komarudin, Senin 25 Mei 2026.

Dia menjelaskan, pemberian bantuan alat pengolah sampah menjadi briket tersebut sebelum dimulainya program Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diperkirakan di mulai pada tahun 2029 mendatang. Dimana Kabupaten Cianjur bersama Purwakarta masuk ke Bandung Raya, dan harus memasok sampah sekitar 350 ton per hari.

"Maka di masa antara perpindahan pengolahan sampah ke PSEL ini, Pak Gubernur akan memberikan bantuan kepada seluruh kabupaten kota di tahun ini satu unit alat pengolah sampah menjadi briket dengan kapasitas 5 ton per hari," kata Komarudin.

BACA JUGA:DLH Cianjur Dorong SPPG Segera Miliki IPAL

BACA JUGA:DLH Cianjur Kerahkan 250 Petugas untuk Amankan Kebersihan Kirab Budaya

Bahkan ungkap Komarudin, Pemprov Jawa Barat pada tahun 2027 akan mengalokasikan dana untuk alat pengolah sampah menjadi briket di masing-masing kabupaten kota sebanyak 50 unit. Khusus untuk tahun ini, alat tersebut rencananya ditempatkan di Kelurahan Sayang. Sedangkan untuk tahun depan disebar di titik-titik yang timbulan sampahnya banyak.  

"Hasilnya nanti (briket,red) akan dikoordinasikan melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat untuk pemasaran hasilnya. Kalau memang kapasitas produksi kita banyak, mungkin kita nanti diarahkan harus mengisi beberapa perusahaan yang masih menggunakan batubara dari fosil," paparnya.

Lebih lanjut Komarudin mengatakan, nantinya yang akan menjalankan alat pengolah sampah menjadi briket tersebut oleh para kelompok swadaya masyarakat (KSM), bank sampah atau TPS3R yang memang sudah berjalan.

"Tentunya pengolahan sampah itu memang harus orang-orang yang sudah memahami, sudah terbiasa dengan pengolahan sampah," pungkasnya.

Sumber: