Harga Daging Ayam di Pasar Muka Cianjur Turun Sejak Program MBG Libur

Harga Daging Ayam di Pasar Muka Cianjur Turun Sejak Program MBG Libur

Harga daging ayam di Pasar Muka, Kabupaten Cianjur, mengalami penurunan saat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa 30 Juni 2026. (Foto: Cianjur Ekspres/Akmal Esa Nugraha)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Harga daging ayam di Pasar Muka, Kabupaten Cianjur, mengalami penurunan saat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, harga daging ayam dijual berkisar antara Rp33 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang sempat berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Muka, Amud (35) mengatakan, penurunan harga dipengaruhi melimpahnya pasokan daging ayam sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) libur bersamaan dengan masa libur sekolah.

“Sekarang harganya ada yang Rp33 ribu sampai Rp36 ribu per kilogram. Sebelumnya sempat Rp38 ribu sampai Rp40 ribu. Turunnya sudah sekitar sebulan terakhir, sejak sekolah libur dan program MBG tidak berproduksi,” katanya, Selasa 30 Juni 2026.

Menurutnya, ketika program MBG berjalan, sebagian pasokan ayam dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan program tersebut sehingga stok di pasar menjadi lebih terbatas. Namun, saat MBG berhenti sementara, pasokan kembali melimpah sehingga harga ikut terjangkau.

BACA JUGA:Polres Cianjur Awasi Ketat Distribusi Kedelai, Cegah Penimbunan di Tengah Lonjakan Harga

BACA JUGA:Harga Cabai di Pasar Muka Cianjur Naik Menjelang Iduladha

“Kalau MBG berjalan, sebagian stok masuk ke sana dan sebagian lagi ke pasar. Sekarang karena MBG libur, stoknya lebih banyak di pedagang, jadi harga juga lebih terjangkau,” katanya.

Meski harga mengalami penurunan, Amud menyebut kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap tingkat penjualan. Permintaan masyarakat dinilai tetap stabil, baik saat program MBG berlangsung maupun ketika libur.

“Penjualannya relatif normal. Mau MBG ada atau tidak, tidak terlalu berpengaruh. Rata-rata sehari habis sekitar 200 ekor ayam,” tuturnya.

Dia menambahkan, dari penjualan tersebut, omset yang diperoleh setiap hari berkisar Rp5 juta. “Kalau diuangkan, omset per hari kurang lebih sekitar Rp5 juta sampai Rp6 juta,” pungkasnya. (Cr1)

Sumber: