Desak dan Veddriq Persembahkan Dua Emas untuk Indonesia di Chamonix
Tim panjat tebing Indonesia berhasil mengawinkan medali emas speed perorangan dalam ajang World Climbing Series Chamonix, Prancis, Minggu (12/7). (Foto: kemenpora.go.id)--
CHAMONIX,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Tim panjat tebing Indonesia sukses memborong dua medali emas dan satu medali perak pada nomor speed perorangan dalam ajang World Climbing Series Chamonix di Prancis, Minggu (12/7).
Dua medali emas dipersembahkan Desak Made Rita Kusuma Dewi di nomor speed perorangan putri serta Veddriq Leonardo di nomor speed perorangan putra. Sementara satu medali perak diraih Antasyafi Robby Al Hilmi pada nomor speed perorangan putra.
Desak Made tampil dengan stabil dalam seri ini. Kemenangan ini menjadi kemengan pertamanya di seri Chamonix. Medali emas ini semakin terasa manis karena pada seri di pekan sebelumnya yakni di Krakow, Polandia, Desak Made juga berhasil membawa pulang medali emas.
Di babak final perebutan emas, Desak Made berhadapan dengan atlet Italia Giulia Randi. Desak Made tampill all out dan berhasil unggul sekaligus mengamankan gelar setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 6,22 detik. Sementara, Giulia Randi mencatatkan waktu 6,51 detik.
BACA JUGA:Lucho Antusias Jalani Latihan Perdana, Genjot Kebugaran Sambut Musim Padat Persib
BACA JUGA:Kemenpora Resmi Jadi Pengampu KBLI Sektor Olahraga.
Medali perunggu diraih Capucine Viglione dari Prancis. Ia berhadapan dengan Isis Rothfork dari Amerika Serikat dan unggul dengan catatan waktu 6,41 detik, sedangkan lawannya 6,53 detik.
Desak Made mengaku sangat senang dengan kemenangan ini. Ia mengaku penampilannya pada final sangat baik dan dia sangat menikmati pemanjatannya.
"Malam ini, saya tampil dengan performa terbaik. Saya sangat senang bisa memenangkan medali emas ini untuk negara saya dan tim saya. Dalam benak saya, saya selalu bilang mari lakukan yang terbaik," ujarnya.
Sementara itu, di speed perorangan putra Veddriq Leonardo berhadapan dengan rekan senegara yakni Antasyafi Robby Al Hilmi di perebutan emas. Veddriq unggul dengan catatan waktu 4,89 detik sedangkan Robby 5,11 detik. Medali perunggu diraih atlet Jepang Ryo Omasa setelah mengalankan atlet Tiongkok Yicheng Zhao. Ryo Omasa ungggul tipis dengan catatan waktu 4,701 detik, sedangkan Yicheng Zhao 4,704 detik.
BACA JUGA:Ketum PBTI Sebut Anggaran Multiyears Penting bagi Prestasi Taekwondo Indonesia
BACA JUGA:Desak Made Raih Medali Emas Nomor Speed di World Climbing Series Krakow 2026
Veddriq mengaku sangat bersyukur atas kemenangan ini. Apalagi emas kali ini merupakan emas pertamanya usai meraih medali emas di Olimpiade. Ia mengaku jeda waktu untuk kesuksesan ini sangatlah lama. Ia pun berterima kasih pada seluruh masyarakat Indonesia dan tim karena dukungan mereka sangatlah berarti.
"Saya berasa sangat bersyukur. Apalagi ini medali emas pertama saya usai Olimpiade. Terima kasih atas dukungannya," katanya.
Sumber: