Sampah dan Bekas Api Unggun Cemari Alun-alun Suryakencana Gunung Gede
Tangkapan Layar - Sampah dan bekas api unggun tampak mengotori lahan di kawasan Alun-alun Suryakencana Gunung Gede. (Foto : Video Pendaki)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Keindahan Alun-alun Suryakencana di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tercoreng karena dipenuhi sampah plastik sampai bekas api unggun yang diduga ditinggalkan oleh oknum pendaki.
Kondisi tersebut menjadi sorotan setelah foto dan video yang memperlihatkan tumpukan sampah di Alun-alun Suryakencana beredar luas di media sosial.
Salah seorang pendaki asal Bogor, Latif (23), mengatakan, kondisi tersebut ditemuinya saat mendaki Gunung Gede pada 19 Juli 2026.
“Ketika sampai di Alun-alun Suryakencana, ternyata banyak sekali sampah yang berserakan. Kebanyakan berupa kemasan styrofoam, botol plastik, dan bungkus makanan,” katanya, Rabu 22 Juli 2026.
BACA JUGA:BBTNGGP Tutup Pendakian dan Wisata Gunung Gede Pangrango Selama Ajang Trail Run Internasional
BACA JUGA:Pembukaan Kembali Pendakian Gunung Gede Pangrango 5 November, BBTNGGP: Hoax
Tak hanya sampah makanan dan minuman, Latif juga menemukan barang elektronik yang dibuang begitu saja di kawasan konservasi tersebut. “Bahkan ada charger handphone yang sudah rusak ikut dibuang di sana,” ujarnya.
Selain itu, dia juga mendapati bekas api unggun di area perkemahan. Padahal, aktivitas menyalakan api unggun di kawasan Alun-alun Suryakencana telah dilarang karena berisiko memicu kebakaran hutan.
“Saya juga melihat ada bekas api unggun di dekat lokasi mendirikan tenda. Padahal di sana jelas dilarang menyalakan api,” kata Latief.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat disayangkan karena merusak keindahan salah satu kawasan konservasi yang menjadi ikon pendakian di Jawa Barat. Bahkan, ia mengaku mengurungkan niat mengabadikan hamparan bunga edelweiss karena pemandangan di sekitarnya dipenuhi sampah.
BACA JUGA:Tumpukan Sampah di Gunung Gede Kian Menggunung, TNGGP Siapkan Tiga Langkah Strategis
BACA JUGA:BBTNGGP-ALTI DKI Jakarta Gelar JOTR 2025-Gede Pangrango Series, Ini Jadwal dan Jumlah Kuotanya
“Awalnya ingin foto-foto bunga edelweiss, tapi akhirnya tidak jadi karena di sekitarnya banyak sampah. Bukan hanya di Alun-alun Suryakencana, sepanjang jalur pendakian juga masih ditemukan sampah,” katanya.
Latief berharap pengawasan terhadap aktivitas pendakian diperketat, termasuk pemeriksaan barang bawaan pendaki saat naik maupun turun gunung untuk memastikan seluruh sampah dibawa kembali.
Sumber: