Aliansi Ormas Islam Geruduk DPRD: Cianjur Kota Santri Bukan LGBT

Aliansi Ormas Islam Geruduk DPRD: Cianjur Kota Santri Bukan LGBT

Sejumlah Ulama dan Habib menyampaikan aspirasi di halaman Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, pada Kamis, 6 Agustus 2026, siang. (Foto: Cianjur Ekspres/Akmal Esa Nugraha)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi Ormas Islam menggeruduk DPRD Kabupaten Cianjur untuk menyampaikan aspirasi terkait pencegahan perilaku seks menyimpang atau LGBT.

Pertemuan tersebut menghasilkan empat poin kesepakatan, di antaranya mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai tindak lanjut dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2020.

Ratusan massa tersebut mendatangi DPRD Kabupaten Cianjur pada pukul 12.00 WIB, siang, dengan menyampaikan beberapa aspirasi, salah satunya yakni, Cianjur Kota Santri Bukan Kota LGBT atau Boti.

Habib Hud Alaydrus mengatakan, fenomena LGBT di Cianjur dinilai semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

BACA JUGA:Wamenag Dorong Pendidikan Al-Qur'an untuk Membentengi Anak dari Pengaruh LGBTQ

BACA JUGA:DPRD Minta Pemkab Cianjur Tindaklanjuti Kebijakan Pusat soal ASN Terafiliasi LGBT

“Yang kami dengar dari berbagai informasi, aktivitas tersebut sudah semakin terbuka. Ini tentu menjadi perhatian kami sebagai ulama karena dinilai bertentangan dengan norma agama dan norma yang berlaku di masyarakat,” ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah sesuai kewenangannya, termasuk menindaklanjuti Perda Nomor 1 Tahun 2020 yang hingga kini belum memiliki peraturan pelaksana berupa Perbup.

“Kami meminta pemerintah daerah segera menerbitkan Peraturan Bupati sebagai turunan dari perda yang sudah ada. Kalau memang ditemukan adanya aktivitas yang melanggar aturan di tempat-tempat tertentu, tentu harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Habib juga berharap aparat penegak perda dan aparat keamanan melakukan penelusuran terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas tersebut.

BACA JUGA:Wagub Erwan Siapkan Langkah Tegas Sikapi Fenomena LGBT di Jabar

BACA JUGA:MUI Cianjur Dukung Langkah Pemerintah Perkuat Regulasi LGBTQ

“Kami berharap Satpol PP dan kepolisian melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Kalau memang terbukti melanggar aturan, tentu harus ditindak sesuai prosedur hukum. Kami memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk mengambil langkah lebih dulu,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Lepi Ali Firmansyah, mengatakan, DPRD menerima aspirasi para ulama dan telah menyepakati empat poin tindak lanjut yang dituangkan dalam berita acara.

Sumber: