Tangis Haru Warnai Penutupan TMMD ke-129 di Cianjur

Tangis Haru Warnai Penutupan TMMD ke-129 di Cianjur

Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Kamis 13 Agustus 2026. (Foto : Cianjur Ekspres/Moch. Nursidin)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Suasana haru mewarnai penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Kamis 13 Agustus 2026.

Tangis haru pecah ketika seorang perempuan berusia 62 tahun bernama Melia menghampiri Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian. Dengan mata berkaca-kaca, Melia berkali-kali mengucapkan terima kasih karena akses jalan di desanya akhirnya diperbaiki melalui program TMMD.

Melia bahkan langsung memeluk Bupati Cianjur. Sambil tersenyum, Wahyu pun membalas pelukan tersebut.

“Ibu, terima kasihnya kepada bapak-bapak TNI,” ujar Wahyu kepada Melia.

BACA JUGA:TMMD ke-129 di Cianjur Resmi Ditutup, Fokus Bangun Infrastruktur dan SDM

BACA JUGA:TMMD Kodim 0608/Cianjur Rampungkan Seluruh Sasaran Pembangunan di Mekarmukti

Mendengar jawaban tersebut, Melia kemudian mengarahkan pandangannya kepada Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana Bogor, Brigjen TNI Thomas Rajunio dan kembali menyampaikan rasa terima kasih.

Momen sederhana itu menjadi gambaran nyata bagaimana pembangunan infrastruktur yang selama ini dinantikan masyarakat, mampu menghadirkan kebahagiaan bagi warga.

Kepada Bupati, Danrem dan jajaran pejabat yang hadir, Melia menceritakan kondisi akses jalan di wilayahnya. Dia mengatakan, baru kali ini jalan di desanya mendapat perbaikan melalui program TMMD.

Menurut Melia, mayoritas masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan hidup sebagai petani. Kondisi jalan yang sebelumnya rusak membuat aktivitas warga, terutama dalam membawa hasil pertanian, menjadi tidak mudah.

BACA JUGA:TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Bawa Harapan Baru bagi Warga Desa Mekarmukti

BACA JUGA:TMMD Kodim 0608/Cianjur Buka Akses Jalan Bersejarah di Mekarmukti

Bahkan, untuk menjual hasil panen, masyarakat terpaksa melintasi wilayah menuju Bandung.

Cerita Melia membuat suasana penutupan TMMD terasa berbeda. Di balik pembangunan jalan, terdapat harapan masyarakat yang selama bertahun-tahun menunggu akses yang lebih layak untuk menunjang kehidupan mereka.

Sumber: