Kemendikdasmen dan UPT Daerah Sinergikan Edukasi Gizi serta Program MBG
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Implementasi Edukasi Gizi bagi Satuan Pendidikan pada 19–21 Agustus 2026 di Serpong, Banten. (Foto : Kemendikdasmen.go.id)--
BANTEN,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Direktorat SMP, Ditjen PAUD Dikdas dan PNFI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Implementasi Edukasi Gizi bagi Satuan Pendidikan pada 19–21 Agustus 2026 di Serpong, Banten.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman, membangun sinergi, dan menyusun langkah tindak lanjut antara pemerintah pusat dan UPT di daerah dalam mendampingi implementasi edukasi gizi dan MBG di satuan pendidikan.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa Kemendikdasmen memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan MBG di satuan pendidikan, antara lain melalui penyiapan data peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan sebagai penerima manfaat serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung seperti UKS, toilet, sanitasi, dan air bersih.
Menurutnya, edukasi gizi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan MBG. Kemendikdasmen telah menyiapkan modul, petunjuk teknis, panduan, dan contoh kegiatan yang dapat diterapkan melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, kokurikuler, pembiasaan makan sehari-hari dan pada saat makan.
BACA JUGA:Ratusan Guru SMK dan SLB di Jabar Didorong Perkuat Pendidikan Inklusif
BACA JUGA:Kemendikdasmen Resmi Buka MPLS Ramah 2026, Sekolah Diminta Bebas Perpeloncoan
Ia memandang edukasi sejak usia dini sebagai investasi yang penting untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan dalam jangka panjang.
“Investasi sejak usia dini pendidikan edukasi itu penting untuk menjaga kesehatan penduduk kita. Tugas yang penting sekarang adalah bagaimana kita mendiseminasikan modul-modul edukasi gizi, panduan MBG, ke satuan pendidikan melalui penguatan UKS,” ujarnya.
Gogot selanjutnya mendorong UPT untuk meneruskan penguatan edukasi gizi kepada pemerintah daerah dan satuan pendidikan. Menurutnya, UPT memiliki peran penting dalam menyebarluaskan berbagai panduan dan contoh kegiatan yang telah disiapkan di tingkat pusat sekaligus mengembangkan praktik baik sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Mariman Darto, mengatakan pelaksanaan MBG di satuan pendidikan perlu dipahami sebagai bagian dari upaya yang lebih luas. Menurutnya, program tersebut perlu diintegrasikan dengan edukasi mengenai keamanan pangan, pendidikan karakter, dan pengetahuan gizi. Pemenuhan gizi peserta didik perlu diiringi dengan perubahan kebiasaan dan penguatan karakter.
BACA JUGA:TKA 2026 Dibuka 27 Juli, Kemendikdasmen Majukan Jadwal Pendaftaran
BACA JUGA:Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Pendaftaran Berlangsung hingga 25 Juli
“Literasi gizi bukan hanya soal pengetahuan anak yang meningkat, tapi memastikan aksesibilitas terhadap sumber pengetahuan,” jelasnya.
Mariman menjelaskan bahwa literasi gizi tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya pengetahuan anak, tetapi juga perlu didukung dengan akses terhadap sumber pengetahuan yang memadai. Karena itu, satuan pendidikan didorong untuk mengembangkan berbagai bentuk edukasi gizi yang sesuai dengan kondisi dan kekhasan masing-masing wilayah.
Sumber: