Abu Vulkanik Selimuti Lahan Pertanian, DTPHP Siapkan Langkah Mitigasi

Abu Vulkanik Selimuti Lahan Pertanian, DTPHP Siapkan Langkah Mitigasi

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur melaporkan paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyelimuti area pesawahan dan sentra hortikultura di sejumlah wilayah.(Foto : Dok. Cianjur Ekspres)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur menginstruksikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk menyosialisasikan panduan mitigasi fisik kepada petani terkait dengan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Cianjur, Dandan Hendrayana mengatakan, berdasarkan laporan petugas di lapangan paparan abu vulkanik terpantau menyelimuti area pesawahan dan sentra hortikultura di Cipanas, Pacet, Cugenang, Sukaresmi dan Cianjur serta Ciranjang. 

"Karena itu kami mengimbau seluruh petani dan kelompok tani di wilayah Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah mitigasi cepat terkait dampak sebaran abu vulkanik Anak Krakatau yang melanda sejumlah wilayah pertanian di Cianjur sejak dua hari terakhir," ujarnya, Senin 7 September 2026. 

Dandan menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada jajaran UPTD Pertanian kecamatan untuk melakukan langkah-langkah darurat, seperti penyebarluasan informasi kedaruratan kepada PPL. 

BACA JUGA:Debu Vulkanik Muncul, Penjualan Masker di Cianjur Meningkat

BACA JUGA:Abu Vulkanik Capai Cianjur, PMI Bagikan 1.000 Masker ke Warga

"Seluruh PPL kita intruksikan untuk menyosiasasikan panduan mitigasi fisik kepada petani, Poktan, di wilayah kerja masing-masing. Lalu instruksi gerakan bilas atau semprot daun dengan air bersih, pengurasan air sawah asam, dan larangan penggunaan pupuk Nitrogen atau Urea instan pasca-hujan abu," jelasnya. 

Selain itu, Selain itu, Dandan mengatakan pihaknya menginventarisasi dan memobilisasi bantuan berupa pompa air operasional melalui UPJA, Poktan, dan Gapoktan. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu kelompok tani yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air dalam proses pembilasan lahan terdampak.

"Kami juga melakukan verifikasi dan validasi terhadap luasan lahan yang terdampak, tingkat kerusakan, mulai dari ringan, sedang, berat hingga puso, umur tanaman, serta status kepesertaan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan menggunakan format lampiran yang telah disediakan," katanya.

Dia juga mengimbau seluruh petani binaan untuk wajib menggunakan masker dan kacamata pelindung selama melakukan aktivitas pemulihan di lahan terbuka.

BACA JUGA:Anak Krakatau Erupsi, KAI Pastikan Perjalanan KA Daop 2 Bandung Tetap Normal

BACA JUGA:Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Cianjur, BPBD Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah

"Pasca hujan abu vulkanik, petugas juga kami minta melakukan pelaporan secara berkala terkait perkembangan kondisi lahan terdampak di tingkat kecamatan. Laporan tersebut wajib disampaikan secara tertulis," tukasnya.(Cr2)

Sumber: