Gelombang Tinggi, Nelayan Cianjur Selatan Diminta Tak Melaut

Gelombang Tinggi, Nelayan Cianjur Selatan Diminta Tak Melaut

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat, khususnya nelayan di pesisir Cianjur selatan, untuk sementara tidak melaut. Menyusul potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk.(Foto : Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat, khususnya nelayan di pesisir Cianjur selatan, untuk sementara tidak melaut. Imbauan tersebut menyusul potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk di perairan selatan Cianjur.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama mengatakan, imbauan tersebut mengacu pada peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Dalam surat peringatan dini gelombang tinggi, BMKG menyatakan berdasarkan pemantauan kondisi sinoptik terkini, kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku bagian utara, dan Laut Arafuru," ujar Samudra, Senin 14 September 2026.

Peringatan dini tersebut berlaku untuk sejumlah wilayah perairan Indonesia mulai Senin 14 September 2026 hingga Kamis 17 September 2026.

BACA JUGA:BPBD Cianjur Catat 38 Karhutla Sejak Juli, Satu Warga Meninggal

BACA JUGA:Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Cianjur, BPBD Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Menurutnya, BMKG memperkirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter. Kondisi tersebut dinilai berisiko membahayakan keselamatan nelayan yang tetap memaksakan diri melaut.

"Dalam peringatan dini tersebut, BMKG memperkirakan ketinggian gelombang bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter. Gelombang setinggi itu tentu membahayakan kapal nelayan, termasuk nelayan di Cianjur selatan," katanya.

Karena itu, Samudra mengimbau, masyarakat dan nelayan di pesisir Pantai Cianjur selatan agar tidak melaut sementara, hingga kondisi cuaca kembali normal dan dipastikan aman. 

"Demi keselamatan, kami berharap nelayan tidak memaksakan diri untuk melaut. Tak hanya imbauan kita juga berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti pemerintah desa, kecamatan, hingga kepolisian setempat supaya nelayan dapat memahaminya," tuturnya. 

BACA JUGA:Gelombang Capai 4 Meter, BPBD Cianjur Minta Nelayan Waspada

BACA JUGA:Hasil Tangkapan Menurun, Nelayan Cianjur Selatan Keluhkan BBM dan Kolam Labuh

Samudra juga menambahkan bahwa pihaknya telah memerintahkan Relawan Tangguh Bencana (Retana) agar terus melakulan pemantauan dan turun langsung untuk mengedukasi nelayan terkait dengan peringatan dini gelombang tinggi.(Cr2)

Sumber: