56 Desa di 20 Kecamatan Cianjur Terdampak Kekeringan
Kantor BPBD Kabuapten Cianjur.(Foto : Dok. Cianjur Ekspres)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat sebanyak 56 desa di 20 kecamatan terdampak kekeringan sepanjang 2026. Kondisi tersebut menyebabkan ribuan warga kesulitan mendapatkan air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan, hampir seluruh wilayah Cianjur terdampak kekeringan selama musim kemarau.
Berdasarkan data BPBD, kekeringan pada 2026 berdampak terhadap 3.527 jiwa dan lahan pertanian seluas 378,5 hektare yang tersebar di 56 desa dan 20 kecamatan.
"Wilayah dengan jumlah jiwa terdampak terbanyak berada di Kecamatan Agrabinta dengan 4.319 jiwa, disusul Gekbrong 750 jiwa, dan Cibeber 642 jiwa. Sedangkan untuk lahan pertanian yang terdampak seluas 378,5 hektare berada di Kecamatan Cikalongkulon," kata Samudra kepada Cianjur Sukabumi Ekspres, Kamis 17 September 2026.
BACA JUGA:Kemarau Diprediksi hingga Oktober, Status Siaga Kekeringan Cianjur Berpeluang Diperpanjang
BACA JUGA:960 Hektare Sawah Cianjur Terancam Kekeringan, DTPHP Bangun 15 Irigasi Perpompaan
Dia menjelaskan, penyebab utama kekeringan adalah kemarau panjang, kerusakan hutan, perubahan iklim, serta pengelolaan air yang kurang optimal.
"Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD telah melakukan berbagai upaya mitigasi dan penanganan, di antaranya penyediaan air bersih melalui tandon air," jelasnya.
Samudra mengimbau masyarakat untuk bersama menghadapi kekeringan dengan menghemat penggunaan air dan melaporkan jika terjadi krisis air bersih di wilayahnya.(Cr2)
Sumber: