Rumah Singgah Dinsos Cianjur Memprihatinkan, DPRD Dorong Perbaikan

Rumah Singgah Dinsos Cianjur Memprihatinkan, DPRD Dorong Perbaikan

Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur di Jalan Raya Bandung.(Foto : Cianjur Ekspres/Mochamad Nursidin)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Kondisi rumah singgah milik Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur dinilai belum layak untuk menunjang pelayanan terhadap masyarakat terlantar, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), maupun warga tanpa identitas.

Kepala Dinsos Kabupaten Cianjur, Tedy Artiawan, mengatakan, rumah singgah tersebut sebenarnya sudah tersedia sejak lama. Namun, hingga kini berbagai kategori warga yang membutuhkan penanganan masih ditampung dalam satu tempat.

"Rumah singgah itu memang sudah ada saat ini sejak berdiri dulu ada, hanya mungkin disatukan. Ketika ada orang terlantar, ODGJ, kemudian orang yang tidak jelas identitasnya itu selalu ditampung di rumah singgah," kata Tedy kepada Cianjur Ekspres, Senin 21 September 2026.

Menurutnya, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian telah meninjau langsung kondisi rumah singgah tersebut. Dari hasil kunjungan itu, Pemkab Cianjur merespons kebutuhan untuk membangun atau memperbaiki rumah singgah, agar lebih layak dan dapat memisahkan penanganan warga berdasarkan kondisinya.

BACA JUGA:Bansos Bakal Disalurkan Langsung ke Rekening, Dinsos Cianjur Tunggu Juknis

BACA JUGA:YRPJ Cianjur Nyatakan Siap Rawat ODGJ Korban Pemasungan di Leles

"Beliau merespons untuk bisa membuat rumah singgah yang layak supaya bisa dipisahkan antara orang dengan gangguan jiwa, orang terlantar dan tanpa identitas, tidak disatukan. Insya Allah mudah-mudahan bisa segera diperbaiki kaitan dengan kebutuhan ini," ujarnya.

Tedy menyebutkan, selain kondisi rumah singgah, terdapat sejumlah fasilitas di lingkungan kantor Dinsos yang juga membutuhkan perbaikan, salah satunya pagar yang mulai miring karena cukup lama tidak diperbaiki. 

Namun, untuk saat ini pihaknya lebih memprioritaskan pembenahan rumah singgah, karena berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.

"Walaupun ada fasilitas lain seperti pagar mulai miring karena cukup lama tidak diperbaiki, tapi saya lebih fokus ke rumah singgah karena bentuk pelayanan pemerintah daerah dalam hal ini Dinsos kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

BACA JUGA:Dinsos Jabar Anugerahkan Penghargaan Penanganan ODGJ Terbaik 2026 pada Peringatan HLUN

BACA JUGA:Rumah Pulih Jiwa Cianjur Raih Juara II Penanganan ODGJ Terbaik Tingkat Jawa Barat

Dia menambahkan, penanganan warga terlantar, ODGJ, maupun orang tanpa identitas kerap dilakukan melalui operasi penjaringan oleh Satpol PP. Setelah ditemukan, mereka biasanya dikirim ke Dinsos untuk mendapatkan penanganan sementara.

"Kadang-kadang Satpol PP ketika mengirimkan ODGJ, orang terlantar, orang tak dikenal, itu SOP-nya tiga hari di kami. Sementara setiap harinya lebih dari lima orang," ungkapnya.

Sumber: