Puncak Simun Cianjur Mulai Dikaji untuk Venue Paralayang

Puncak Simun Cianjur Mulai Dikaji untuk Venue Paralayang

Atlet paralayang saat menjajal Kawasan Puncak Simun, Desa Cibanteng, Kabupaten Cianjur, sebagai lokasi pengembangan olahraga paralayang dan wisata dirgantara.(Foto : Cianjur Ekspres/Dede Sandi Mulyadi)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID – Kawasan Puncak Simun, Desa Cibanteng, Kabupaten Cianjur, mulai dilirik sebagai lokasi pengembangan olahraga paralayang dan wisata dirgantara. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian awal dan belum sampai pada penetapan sebagai venue paralayang resmi.

Pengurus organisasi paralayang tingkat pusat, Munir, melakukan pengamatan dan uji coba penerbangan di kawasan tersebut, Rabu (23/9/2026). Pengamatan mencakup sejumlah aspek teknis, mulai dari karakter kontur, kondisi angin, titik lepas landas, potensi arus udara hingga faktor keselamatan penerbangan.

Dari dua kali pengamatan awal, Munir menyebut Puncak Simun memiliki karakter geografis yang berpotensi mendukung aktivitas soaring dan thermal. Titik lepas landas sementara juga terukur sekitar 950 meter berdasarkan pembacaan GPS.

Kendati demikian, hasil tersebut belum cukup untuk menyimpulkan kelayakan Puncak Simun sebagai lokasi paralayang.

BACA JUGA:Setelah Terputus Berbulan-bulan, Jalan Cibanteng-Kubang Cianjur Mulai Diperbaiki

BACA JUGA:Cegah Meluas, Pemdes Cibanteng Cianjur Tanam Pohon Keras di Lokasi Pergerakan Tanah

“Tidak bisa hanya dua kali uji coba kemudian langsung menyimpulkan kelayakan. Standar yang ideal adalah mempelajari kondisi selama satu tahun agar data yang diperoleh lebih lengkap,” ujar Munir kepada Cianjur Ekspres, Rabu 23 September 2026.

Menurut dia, kajian lanjutan diperlukan untuk memetakan perubahan arah dan kecepatan angin, kondisi cuaca, curah hujan, jalur penerbangan, titik pendaratan, perbedaan elevasi hingga kondisi ruang udara.

Sebab, olahraga paralayang tidak hanya membutuhkan kondisi geografis yang mendukung. Aspek keselamatan penerbangan, penggunaan ruang udara hingga koordinasi dengan pihak terkait juga harus dipastikan.

“Jika hasil kajian nantinya menunjukkan potensi pengembangan, Puncak Simun membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, pengelola kawasan, masyarakat hingga organisasi olahraga paralayang,” kata Munir.

BACA JUGA:DPRD dan Pemain Persib Dorong Pemkab Cianjur Bangun Fasilitas Olahraga Memadai

BACA JUGA:Buka Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026, Kemenpora Dorong Industri Olahraga dan Target Olimpiade

Menurutnya, potensi Puncak Simun juga tidak terbatas pada olahraga. Pengembangan wisata dirgantara dapat ikut menggerakkan sektor pendukung, seperti UMKM, akomodasi, transportasi hingga jasa wisata.

“Untuk saat ini, Puncak Simun masih berada dalam tahap pengumpulan data teknis. Kawasan tersebut belum ditetapkan sebagai venue paralayang,” jelasnya.

Sumber: