JAKARTA,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mendukung tindakan tegas pemerintah terhadap empat perusahaan tambang nikel di Raja Ampat agar memberikan efek jera dan tidak terjadi pengulangan.
Ia mengatakan kawasan Raja Ampat merupakan taman bumi dunia (global geopark) yang dilindungi oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization/UNESCO), sehingga pemerintah wajib menjaga kelestariannya. “(Jika kegiatan tambang di Raja Ampat tidak ditindak tegas) ya dampaknya pasti akan terjadi semacam itu lagi. Jadi diulangi lagi, diulangi lagi,” kata Esther Sri Astuti saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa 10 Juni 2025. Tanpa tindakan tegas, ia khawatir kegiatan tambang akan merajalela di lingkungan situs-situs warisan budaya lainnya, jika ada potensi pertambangan di daerah tersebut. BACA JUGA:KAI Catat Okupansi Puncak Arus Balik Libur Panjang Capai 115 Persen BACA JUGA:PGN Group Bagikan 955 Hewan Kurban untuk Masyarakat “Mungkin tidak hanya (tambang nikel di) Raja Ampat, nanti mungkin juga yang lainnya. Mungkin, misalnya di Candi Borobudur ada (potensi) tambang di situ, nanti dikeruk, kayak gitu ekstremnya,” ujarnya. Esther meminta pemerintah untuk memperketat pemberian izin dan pengawasan operasional perusahaan tambang dengan memperhatikan analisis dampak lingkungan (amdal) agar tidak ada lagi perusahaan tambang yang melanggar aturan di masa mendatang. Ia menyatakan pemerintah harus melakukan pemetaan dan mengindentifikasi lokasi-lokasi mana saja yang dapat dijadikan area tambang dan mana yang tidak. “Kalau Raja Ampat memang sudah granted by (ditetapkan oleh) UNESCO termasuk konservasi yang harus dilindungi,” ujarnya. BACA JUGA:Rekayasa Contraflow Diterapkan di Tol Jagorawi Arah Puncak BACA JUGA:Kemendag Perkuat Ekosistem UMKM Melalui Kontrak dengan IKEA Selasa pagi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa pemerintah mencabut empat izin usaha pertambangan (IUP) di Raja Ampat, karena beberapa di antaranya masuk kawasan lindung geopark. Empat perusahaan tersebut adalah PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Raymond Perkasa, dan PT Kawei Sejahtera Mining. Walaupun demikian, Bahlil menyebut izin-izin itu diterbitkan sebelum Raja Ampat ditetapkan oleh UNESCO sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) pada 24 Mei 2023. “Secara teknis juga kami lihat, sebagian masuk kawasan Geopark,” kata Bahlil menjelaskan alasan pencabutan IUP saat jumpa pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 10 Juni 2025.Ekonom Indef Dukung Pemerintah Tindak Tegas Tambang di Raja Ampat
Selasa 10-06-2025,21:30 WIB
Editor : Dede Sandi Mulyadi
Tags : #tindakan tegas
#tindak tegas
#tambang nikel
#tambang
#raja ampat
#perusaah tambang
#pemetaan
#pemerintah
#mencabut
#melanggar
#lingkungan
#konservasi
#kawasan lindung
#kawasan geopark
#izin usaha
#izin
#iup
#indef
#empat perusahaan
#amdal
Kategori :
Terkait
Selasa 24-02-2026,13:38 WIB
Menteri PANRB Minta Pengawas Internal Akselerasi Penegakan Integritas segala lini Pemerintah
Minggu 22-02-2026,16:00 WIB
Pemerintah Perkuat Dukungan Pendidikan 3T
Minggu 22-02-2026,15:23 WIB
Pemerintah Pastikan Perjanjian RI–AS Tetap Berproses Pascaputusan Supreme Court AS
Sabtu 21-02-2026,10:15 WIB
Satpol PP Cianjur Bakal Tindak Tegas Pihak yang Perjualbelikan Petasan Selama Ramadan
Kamis 19-02-2026,15:58 WIB
Pemerintah Tingkatkan Jumlah Penerima Program Afirmasi untuk Guru 3T dan Wilayah Terdampak Bencana
Terpopuler
Selasa 24-02-2026,12:54 WIB
Kasatpel SPPG Sukajadi Campaka Cianjur Tegaskan Dana MBG Digunakan Transparan dan Akuntabel
Selasa 24-02-2026,14:30 WIB
Menhub dan Menkopolkam Bahas Penguatan Keamanan dan Antisipasi Titik Rawan Angkutan Lebaran 2026
Selasa 24-02-2026,19:47 WIB
Aksi Curanmor di Karangtengah Cianjur Berhasil Digagalkan Warga, Pelaku Diamankan Polisi
Selasa 24-02-2026,15:58 WIB
Harga Cabai dan Daging Sapi di Pasar Cipanas Cianjur Berangsur Turun
Selasa 24-02-2026,13:19 WIB
Kompetensi ASN Jabar Nyaris Sempurna, 37,11 Persen dari Maksimal 40 Persen
Terkini
Selasa 24-02-2026,21:55 WIB
PLN Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik Akibat Cuaca Ekstrem di Wilayah Tanggeung
Selasa 24-02-2026,19:47 WIB
Aksi Curanmor di Karangtengah Cianjur Berhasil Digagalkan Warga, Pelaku Diamankan Polisi
Selasa 24-02-2026,15:58 WIB
Harga Cabai dan Daging Sapi di Pasar Cipanas Cianjur Berangsur Turun
Selasa 24-02-2026,14:30 WIB
Menhub dan Menkopolkam Bahas Penguatan Keamanan dan Antisipasi Titik Rawan Angkutan Lebaran 2026
Selasa 24-02-2026,14:00 WIB