CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bergerak cepat merespons instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto dalam Taklimat dan Rakornas 2026 melalui peluncuran Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor secara serentak di seluruh Indonesia.
Aksi nyata lingkungan ini merupakan manifestasi dari mandat Presiden untuk menghidupkan kembali budaya bersih sebagai prioritas nasional yang wajib dijalankan secara disiplin oleh seluruh aparatur negara.
Di Jakarta, pimpinan dan ratusan staf KLH/BPLH memulai gerakan ini dengan menyisir lingkungan Kebon Nanas hingga bantaran Sungai Cipinang guna memastikan pembersihan sampah plastik dan anorganik dilakukan secara tuntas sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Indonesia Bersih.
BACA JUGA:Bapenda Jabar Siapkan Sejumlah Program Unggulan Kejar Target PAD 2026
BACA JUGA:Jalan penghubung Kecamatan Campaka dengan Campaka Mulya Cianjur Tertutup Tanah Longsor
BACA JUGA:BPBD: Prakiraan BMKG, Cianjur Akan Diguyur Hujan Selama 2 Pekan
Langkah strategis ini menandai kebangkitan kembali Program Bersih Nasional yang mengedepankan aksi rutin di lingkungan perkantoran, saluran air, dan badan sungai. Sekretaris Kementerian LH/Sekretaris Utama BPLH, Rosa Vivien Ratnawati, menegaskan bahwa gerakan ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menerjemahkan arahan Presiden ke dalam langkah konsisten dan berkelanjutan.
Berdasarkan arahan dalam Rakornas 2026, Presiden Prabowo menekankan pentingnya mobilisasi seluruh elemen negara termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga aparat desa untuk mengerahkan sumber daya manusia dalam menjaga kebersihan lingkungan secara masif setiap pagi.
“Bapak Presiden memiliki komitmen yang sangat besar terhadap pengurangan sampah, terutama sampah plastik. Arahan beliau jelas, bahwa upaya bersih-bersih harus menjadi gerakan bersama, dilakukan secara rutin, dan dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk kantor-kantor pemerintah,” ujar Rosa Vivien.
Sebagai bentuk konsistensi terhadap perubahan budaya kerja, KLH/BPLH kini menetapkan Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor sebagai agenda wajib yang rencananya akan dilaksanakan tiga kali dalam sepekan.
Dengan menghidupkan kembali aktivitas rutin ini, KLH/BPLH bertujuan membangun disiplin internal sekaligus memberikan contoh langsung kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari keteladanan birokrasi.
Pembersihan yang menyasar ekosistem vital seperti Sungai Cipinang menjadi krusial karena sungai sering kali menjadi titik kumpul sampah plastik sekali pakai yang berdampak buruk pada kualitas lingkungan hidup perkotaan.
“Gerakan ini tidak berhenti di Jakarta dan akan diimplementasikan di wilayah-wilayah lainnya. Ini adalah bentuk komitmen bahwa pengurangan sampah benar-benar harus menjadi perhatian kita bersama dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rosa Vivien.
Vivien menambahkan bahwa keberhasilan Program Bersih Nasional sangat bergantung pada pergeseran paradigma masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya. Melalui penguatan kembali tradisi gotong royong dan kedisiplinan individu, diharapkan setiap warga negara memiliki kesadaran tinggi untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri. Perubahan perilaku ini dipandang sebagai kunci utama dalam menekan volume sampah plastik secara nasional dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
“Mulainya sederhana, pilah dan pilih sampah dari rumah dan kantor yang mana sampah plastik, mana sampah organik. Jika kebiasaan ini dilakukan secara konsisten, dampaknya akan sangat signifikan bagi lingkungan,” ujar Rosa Vivien.