CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur terus mendorong penguatan kegiatan fisik bagi siswa di sekolah, sejalan dengan imbauan pemerintah pusat untuk memperbanyak aktivitas fisik dalam proses pembelajaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur, Ipan Sopandi, mengatakan, peningkatan aktivitas fisik siswa saat ini difokuskan melalui program penguatan karakter, salah satunya lewat Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat (7 KAIH).
“Sekarang memang ada peningkatan kegiatan penumbuhan karakter di sekolah, termasuk melalui program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat. Kegiatan fisik juga diperkuat melalui berbagai aktivitas di sekolah,” katanya, pada Rabu 1 April 2026.
Menurutnya, implementasi kegiatan fisik di sekolah lebih diarahkan pada pengembangan keterampilan hidup (life skill) serta minat dan bakat siswa.
BACA JUGA:Disdikpora Cianjur Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Capai 20 Persen pada 2026
BACA JUGA:Dinkes Cianjur Minta Masyarakat Waspadai Penyebaran Virus Campak
“Kegiatan fisik itu lebih cenderung pada peningkatan life skill siswa. Misalnya melalui kegiatan kepramukaan dan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat masing-masing,” katanya.
Dia menjelaskan, kegiatan kepramukaan menjadi ekstrakurikuler wajib bagi siswa, sementara kegiatan lainnya disesuaikan dengan minat siswa, seperti olahraga maupun kegiatan pengembangan diri lainnya.
“Pramuka itu wajib, sedangkan ekstrakurikuler lainnya mengikuti minat siswa. Itu yang terus kami dorong agar siswa tetap aktif secara fisik dan berkembang sesuai potensinya,” jelasnya.
Ipan menambahkan, program tersebut telah berjalan di berbagai sekolah, khususnya di jenjang SMP di Kabupaten Cianjur. Bahkan, pihaknya juga telah melakukan pelaporan kepada kementerian terkait implementasi kegiatan tersebut.
BACA JUGA:Disdikpora Cianjur Mulai Sosialisasikan Kebijakan Pembatasan Akses Medsos bagi Anak
BACA JUGA:Disdikpora Cianjur Siapkan Model Sekolah Program Nasional 2026
“Di Cianjur sudah berjalan. Kemarin juga dari kementerian datang untuk memantau. Setiap sekolah diminta melaporkan implementasi kegiatan seperti gerakan pagi ceria, pramuka, dan ekstrakurikuler,” katanya.
Meski begitu, dia mengakui masih ada sejumlah sekolah yang belum menyampaikan laporan secara lengkap. Pihaknya pun telah mengingatkan agar segera memenuhi kewajiban tersebut.
“Untuk SMP, alhamdulillah sudah berjalan. Tinggal beberapa sekolah yang belum mengunggah laporan. Kami sudah imbau agar segera diselesaikan,” pungkasnya.(Cr1)