BANTEN,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza UI Haq, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus hadir secara nyata dalam penyelenggaraan pendidikan melalui akses yang adil, layanan yang merata, dan keberpihakan kepada kelompok yang paling membutuhkan.
Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Menurutnya, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol kenegaraan atau sekadar hafalan, melainkan harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan publik, termasuk di bidang pendidikan. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.
"Pancasila harus terasa getarannya dalam pelayanan publik, di ruang-ruang kelas yang jauh dari ibu kota, dan di hati setiap anak Indonesia yang sedang menyalakan harapan untuk masa depan," tegas Wamen.
BACA JUGA:SMK Mendunia: Program 3+1 Perluas Kesempatan Kerja di Mancanegara
BACA JUGA:Kemenag Cetak Pemandi Jenazah Terampil untuk Perkuat Layanan Keagamaan
Ia menjelaskan bahwa komitmen menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pendidikan, menurutnya, harus menjadi instrumen yang memanusiakan manusia sekaligus membuka jalan bagi setiap warga negara untuk berkembang tanpa dibatasi latar belakang sosial maupun ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menyoroti Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu wujud nyata implementasi Sila Kelima. Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan dan kurang mampu.
"Negara harus hadir memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar dan meraih cita-citanya hanya karena keterbatasan ekonomi," ujarnya.
Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga terus memperkuat dukungan terhadap tumbuh kembang peserta didik melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan laporan pemerintah daerah, pelaksanaan uji coba MBG di Kabupaten Lebak berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.
BACA JUGA:Kemendikdasmen Tekankan Pendekatan Humanis demi Ciptakan Sekolah Aman
BACA JUGA:Bahasa Daerah Jangan Punah, Harus Hidup di Sekolah dan Ruang Digital
Fajar juga menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi merupakan fondasi penting bagi proses belajar yang optimal. Oleh karena itu, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh peserta didik di seluruh Indonesia.
Wamen Fajar juga menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Lebak sebagai lokasi peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki makna historis dan filosofis yang mendalam. Lebak dikenal sebagai daerah yang menyimpan jejak perjuangan melawan ketidakadilan, sebagaimana tergambar dalam karya Max Havelaar yang lahir dari pengalaman Multatuli ketika bertugas di wilayah tersebut.
Menurutnya, sejarah tersebut mengingatkan bahwa negara harus senantiasa berpihak kepada kemanusiaan, menjunjung keadilan, dan menghadirkan pelayanan yang melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang apa pun.