CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Gempa bumi dangkal berskala 4,3 magnitudo yang berpusat di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur pada Selasa 1 September 2026 ternyata menimbulkan kerusakan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama mengatakan, sebanyak 11 rumah di Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur mengalami rusak ringan akibat gempa bumi.
"Kita baru dapat laporan pada 15.00 WIB, di sana (Desa Babakan Karet) rumah rusak ringan karena gempa bumi kemarin," ujar Samudra di kantornya, Rabu 2 September 2026.
Dari data yang dia terima, 11 rumah tersebut tersebar di enam kampung, yakni dua rumah di Kampung Pasir Sereh, satu rumah di Kampung Sukawargi, tiga rumah di Kampung Serepong, satu rumah di Kampung Bojong Raong, satu rumah di Kampung Salahuni, dan tiga rumah di Kampung Tangkil Kidul.
BACA JUGA:Dari Cianjur untuk NTT, Relawan YBM PLN UP3 Cianjur Hadir Bantu Masyarakat Terdampak Gempa
BACA JUGA:Gempa M 5,3 Pangandaran Terasa di Cianjur, BPBD: Tidak Ada Laporan Kerusakan
Seluruh rumah, lanjut Samudra, hanya mengalami keretakan kecil di tembok dan tidak ada masuk kategori rumah rusak sedang, kendati gempa bumi mencapai 4,3 magnitudo.
"Anehnya, meskipun dekat dengan titik gempa bumi, justru Desa Cipetir Kecamatan Cibeber dan sekitarnya tidak ada laporan kerusakan. Malah rumah warga di Desa Babakan Karet yang rusak, semua masuk kategori rusak ringan," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, terjadinya rumah rusak ringan diduga akibat pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi, seperti dari material bahan bangunan hingga rancang bangunan sehingga tak kuat menahan getaran yang cukup kencang.
Samudra pun memberikan instruksi penyelematan diri saat terjadi gempa bumi, dimulai dengan tidak panik, berlindung di bawah meja dan tidak bergerak selama goncangan terjadi.
BACA JUGA:Dua Kali Gempa Guncang Cianjur, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
BACA JUGA:BPBD Cianjur Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa M 3.4
"Saat di luar rumah, menjauh dari bangunan, berkumpul di titik aman melalui jalur evakuasi yang ditujukkan petugas relawan tangguh bencana (Retana) dan segera munghubungi call center BPBD di 112 untuk meminta bantuan," tutupnya.