Cianjurekspres.net - Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, Lidya Indrayani turut prihatin Cianjur saat ini banyak kasus buang bayi. "Dalam kurun waktu satu bulan ini, Cianjur cukup banyak kasus buang bayi, tentunya sangat prihatin," kata Lidya saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin (15/9). Lydia mengatakan, hal ini tentunya harus segera di usut tuntas oleh pihak yang berwajib kenapa kasus buang bayi akhir-akhir ini cukup meningkat. Baca Juga: Plt Bupati Cianjur: Katakan Saja Sejujurnya "Harus segera di usut tuntas, kenapa bisa terjadi di waktu yang begitu berdekatan," ujarnya. Ia mengatakan, apa penyebab orang tua yang tega membuang bayinya sendiri. "Apakah memang dari pasangan diluar nikah atau memang murni orang tua yang benar-benar tega tidak ingin kehadiran sang bayi tersebut sehingga tega membuang darah dagingnya sendiri," paparnya. Menurutnya, belum lama ini kasus buang bayi ditemukan warga di Kecamatan Cilaku, dan baru-baru ini kembali adanya temuan bayi di Kecamatan Gekbrong di tumpukan sampah. "Ini menjadi PR bagi pihak yang berwajib untuk segera mengusut tuntas kasus buang bayi," jelasnya. Selain itu, dirinya juga sering mendapatkan telefon dari masyarakat yang ingin dan bersedia untuk menjadi orang tua angkat bayi dari temuan warga tersebut. "Sering saya mendapatkan telefon dari para orang tua yang tidak memiliki anak, untuk memohon bantuannya agar si bayi tersebut bisa dijadikan anak angkatnya. Tapi tentunya tidak bisa begitu saja, karena harus jelas terlebih dahulu asal usul bayi tersebut," terangnya. Sementara itu, Ketua komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi mengecam keras tindakan pelaku pembuang bayi tersebut. Pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasusnya. "Saya kecam orang yang tega buang bayi tersebut, dan itu memang sangat biadab," paparnya. Menurutnya, segalak-galaknya binatang buas seperti harimau tidak mungkin membuang anaknya."Itu sudah sangat terlalu, harus diproses hukum pelakunya," paparnya. (yis/sri)
P2TP2A Prihatin, Dewan Minta Pelakunya Diproses Hukum
Rabu 16-09-2020,03:42 WIB
Editor : herry
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 14-10-2026,19:30 WIB
Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Bekas Pemandian Air Panas di Cianjur
Rabu 14-10-2026,15:21 WIB
Kemkomdigi Kaji Perluasan Fixed Broadband untuk Tekan Biaya Internet
Rabu 14-10-2026,14:08 WIB
Kemnaker Targetkan Pembangunan 60 Balai untuk Perluas Akses Pelatihan Kerja
Rabu 14-10-2026,18:30 WIB
UPTD Pasar Induk Cianjur Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Nataru
Rabu 14-10-2026,17:30 WIB
Menag Sebut Kesadaran Umat terhadap Ekonomi Syariah Meningkat
Terkini
Kamis 15-10-2026,10:30 WIB
Mendikdasmen Sebut Pengawas Sekolah Berperan Penting dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kamis 15-10-2026,09:30 WIB
Tekuk Cong Viettel, PERSIB Masih Sempurna di Asia
Kamis 15-10-2026,08:30 WIB
Kontingen Indonesia Tiba di Nagoya, Bidik Target Asian Para Games 2026
Kamis 15-10-2026,07:30 WIB
Gol Penalti Peralta Antar PERSIB Unggul Atas Cong Viettel di Babak Pertama
Rabu 14-10-2026,20:30 WIB