BANDUNG - Ahli Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre, dr Zee Ying Kiat menyebut, kanker kolerektal seringkali terjadi kepada pria. Hasil Survei Globocan 2018, kanker kolorektal menjadi kanker nomor dua paling banyak diidap oleh pria setelah kanker paru di Indonesia. "Kalau di Singapura justru paling banyak diidap oleh wanita," ujar dr Zee di Bandung, Kamis (30/1/2020). Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon), atau pada bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus (rektum). Tergantung pada lokasi tumbuhnya kanker. Ia menyebut, kebanyakan kanker kolorektal bermula dari polip usus atau jaringan yang tumbuh di dinding dalam kolon atau rektum. "Tapi tidak semua polip akan berkembang menjadi kanker kolorektal. Kemungkinan polip berubah menjadi kanker tergantung kepada jenis polip itu sendiri," ucapnya. Gejala umum adalah munculnya darah dalam tinja, kebiasaan buang air besar yang berubah-ubah, rasa sakit yang terus-menerus di perut, kembung atau kram, perasaan buang air besar tidak dikosongkan sepenuhnya, dan tiba-tiba penurunan berat badan yang drastis.(nik)
Bahayanya Kanker kolerektal, Ini Penjelasannya
Kamis 30-01-2020,07:17 WIB
Editor : nida
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 21-08-2026,07:00 WIB
Cianjur Fest 2026 Dongkrak Harapan Pelaku Usaha Kecil
Kamis 20-08-2026,17:57 WIB
PBB Kecamatan Sukaresmi Cianjur Baru 40 Persen, Penagihan Terkendala WP di Luar Daerah
Kamis 20-08-2026,19:03 WIB
Dinkes Cianjur Catat 12 Dapur SPPG Belum Kantongi SLHS
Kamis 20-08-2026,20:00 WIB
Klinik Harapan Sehat Gandeng Pemkab dan Polres, 81 Ribu Warga Cianjur Dapat Pengobatan Gratis
Kamis 20-08-2026,22:00 WIB
1.000 Petani Dan Masyarakat Cianjur Dapat Bantuan Sembako
Terkini
Jumat 21-08-2026,08:00 WIB
Kantor Kecamatan Sukaresmi Rusak, Pembangunan Baru Terkendala Anggaran
Jumat 21-08-2026,07:00 WIB
Cianjur Fest 2026 Dongkrak Harapan Pelaku Usaha Kecil
Kamis 20-08-2026,22:00 WIB
1.000 Petani Dan Masyarakat Cianjur Dapat Bantuan Sembako
Kamis 20-08-2026,21:00 WIB
Cianjur Fest 2026 Suguhkan Karnaval Budaya hingga Gema Syiar
Kamis 20-08-2026,20:00 WIB