Trend Kinerja BCA Dinilai Solid Dalam Laporan Public Expose Live 2022

Rabu 14-09-2022,19:38 WIB
Editor : Nida Khairiyyah

JAKARTA, DISWAY.ID - PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) pada hari ini menyelenggarakan public expose sebagai komitmen kami dalam memberikan keterbukaan informasi secara berkala kepada pemegang saham publik.

Pada kegiatan public expose kali ini, perseroan melaporkan tren peningkatan aktivitas bisnis yang berkelanjutan sejak dampak pandemi mereda di tahun ini. Hal ini tercermin pada pertumbuhan kinerja keuangan perseroan yang positif. Pada semester I 2022, BCA dan entitas anak membukukan kenaikan laba bersih sebesar 24,9% secara tahunan (YoY) menjadi Rp18,0 triliun.

BACA JUGA:Jasa Marga Catatkan Labar Bersih Rp392,8 Miliar di Kuartal II Tahun 2022

Kontributor utama adalah pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga, serta turunnya biaya cadangan penurunan nilai kredit seiring dengan membaiknya kualitas kredit. Sejalan dengan membaiknya perekonomian nasional, total kredit tumbuh sebesar 13,8% YoY menjadi Rp675,4 triliun, dengan pertumbuhan kredit terjadi di semua segmen. Perseroan melihat permintaan kredit di tahun 2022 secara year to date (YTD) relatif lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Di kuartal II 2022, portofolio kredit korporasi berhasil menembus angka Rp300 triliun, serta KPR juga mencapai milestone Rp100 triliun, untuk pertama kalinya dalam sejarah bisnis perseroan. Penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan (sustainable) juga tumbuh 21,8% YoY menjadi Rp169,5 triliun, berkontribusi hingga 24,9% terhadap total portofolio pembiayaan perseroan. 

Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) naik 17,3% YoY per Juni 2022, mendorong total dana pihak ketiga (DPK) menyentuh milestone Rp1.000 triliun untuk pertama kalinya. Pencapaian tersebut sejalan dengan pertumbuhan volume transaksi yang naik 40% YoY mencapai 10 miliar transaksi per semester I-2022, yang mayoritas berasal dari mobile banking.

BACA JUGA:Satu Tahun Holding Ultra Mikro, Tingkatkan Kesejahteraan dan Percepat Inklusi Keuangan

"Kami konsisten mengusung konsep “hybrid banking” dalam melayani basis nasabah yang terus bertumbuh, baik di ekosistem online maupun offline. Hal ini penting untuk senantiasa memberikan kenyamanan kepada berbagai segmen nasabah dalam bertransaksi, di samping tetap menjaga keandalan dan keamanan sistem kami," ujar Direktur BCA, Vera Eve Lim.

Hingga Juli 2022, perseroan melihat tren pertumbuhan bisnis masih berlanjut, dengan total kredit dan CASA secara bank only tumbuh masing-masing di kisaran 13% dan 17% YoY.

"Sebagai bentuk optimisme, kami menaikkan target pertumbuhan kredit mencapai 8%-10% di tahun ini, Kami juga berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi nilai-nilai environmental, social, and governance (ESG), termasuk meningkatkan portofolio kredit keuangan berkelanjutan serta menerapkan operasional perusahaan yang ramah lingkungan. Di sisi lain, kami terus mencermati situasi perekonomian global terutama terkait kondisi geopolitik, supply chain disruptions, dan stagflasi di berbagai negara, serta melangkah secara pruden ke depan," ucap Vera Eve Lim.

BACA JUGA:Penjualan Batu Bara Meningkat Signifikan

Dalam rangka mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM sekaligus pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia, perseroan menyelenggarakan BCA UMKM Fest 2022 di kuartal III 2022. Kegiatan ini dilaksanakan secara online dan offline (hybrid), dan diikuti oleh lebih dari 1.000 UMKM. Tidak hanya menyediakan tempat bagi UMKM untuk memasarkan produk-produknya, BCA UMKM Fest 2022 juga memberikan beragam workshop bagi pelaku UMKM.

Kemudian, setelah sukses dalam gelaran BCA Expoversary 2022 di kuartal I 2022, perseroan juga kembali menghadirkan BCA Expo Hybrid 2022 di kuartal III tahun ini. Kegiatan offline dilaksanakan pada 9-11 September 2022 di ICE BSD City, sementara kegiatan online dapat diakses masyarakat dari tanggal 9 September sampai 10 Oktober 2022 melalui website expo.bca.co.id.

Pada BCA Expo Hybrid 2022, perseroan kembali memberikan penawaran khusus KPR, KKB, dan KSM bagi segmen ritel, sehingga diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit di semester II 2022, khususnya untuk segmen kredit konsumer.

Kategori :