Pengamat Nilai Kenaikan BBM Non-Subsidi Mulai Tekan Industri

 Pengamat Nilai Kenaikan BBM Non-Subsidi Mulai Tekan Industri

Tampak sejumlah pengendara roda dua sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Kabupaten Cianjur. (Foto: Istimewa)--

BACA JUGA:Mulai September, Pembuatan Barcode BBM Subsidi untuk Nelayan dan Petani Dialihkan ke Dinas Terkait

Di sisi lain, pelaku usaha di Cianjur mulai merasakan dampak kenaikan harga energi non-subsidi. Abadi Setiawibawa (36), salah satu pelaku usaha, mengaku beban operasional mulai meningkat, terutama dari sisi penggunaan gas.

“Untuk pelaku usaha, terutama UMKM, ini mulai terasa. Biaya operasional naik, jadi kami harus lebih berhitung,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus menyesuaikan strategi, termasuk menekan penggunaan energi dan mengatur keuangan usaha secara lebih ketat.

“Kami masih bisa bertahan sekarang, tapi ke depan mungkin akan lebih berat kalau tidak ada kebijakan yang mendukung,” katanya.

BACA JUGA:PLN Sukses Hadirkan Infrastruktur Listrik Andal untuk Perkuat Ekosistem Digital Nasional

BACA JUGA:Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional melalui Peningkatan TKDN dan Penerapan SNI

Abadi berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan kebijakan agar pelaku usaha, khususnya kelas menengah, tetap mampu menjalankan usaha di tengah kenaikan biaya energi.

“Harus ada perhatian ke semua sektor, jangan sampai pelaku usaha kesulitan,” pungkasnya.

Sumber: