Banjir Besar Melanda Cianjur, Infrastruktur dan Tata Kelola Lingkungan Disorot GMNI
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur, Agus Rama.--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Kabupaten Cianjur kembali dilanda banjir besar yang merendam permukiman, merusak infrastruktur, dan mengganggu aktivitas warga.
Bencana ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap perencanaan pembangunan dan tata ruang di wilayah tersebut.
Alih fungsi lahan hijau yang masif, pelanggaran zonasi, serta pengawasan proyek yang lemah dianggap memperparah dampak banjir.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait potensi bencana serupa di masa mendatang.
BACA JUGA:Pembangunan Jalan Beton Pasirnangka-Munjul Telan Anggaran Rp1,4 Miliar
BACA JUGA:KPPBC Bogor: Rokok Ilegal Merugikan Negara Juga masyarakat
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur, Agus Rama, mengkritik kegagalan tata kelola lingkungan yang menjadi akar masalah banjir.
"Banjir di Cianjur adalah bukti kegagalan infrastruktur dan lemahnya tata kelola lingkungan. Ini adalah peringatan agar pembangunan lebih memperhatikan dampak ekologis," ujar Rama, Sabtu 26 April 2025, malam.
Menurutnya, Kerusakan dan pendangkalan sungai disebut sebagai faktor utama yang memperburuk situasi.
Kondisi ini mengakibatkan rusaknya lahan pertanian dan terganggunya akses jalan, yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
BACA JUGA:Di Cianjur, 3.253 Botol Minuman Beralkohol Dimusnahkan
BACA JUGA:Kabupaten Cianjur Tambah Dua Pos Damkar dan Satu Armada Baru
"Drainase yang buruk dan aliran sungai yang tidak dikelola dengan baik menjadi penyebab utama. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam, lahan pertanian hancur, dan akses transportasi terganggu," katanya.
Selain itu, lanjut Rama, Banjir juga memberikan efek domino terhadap sektor ekonomi, pendidikan, dan lalu lintas. Kerugian material dan nonmaterial dirasakan luas oleh masyarakat terdampak.
Sumber:
