Disdikpora: Program Wi-Fi Gratis Sekolah di Cianjur Sudah Terealisasi 50 Persen
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Moch Nursidin)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mengklaim program Wi-Fi gratis bagi sekolah di wilayah Cianjur telah terealisasi sekitar 50 persen.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, sebelumnya, pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah sekolah yang masih mengalami blank spot atau belum memiliki akses internet.
“Sesuai dengan program Pemkab Cianjur, sesuai visi dan misi, Alhamdulillah pada akhir tahun 2024 kita sudah memetakan zona sekolah blank spot, atau yang tidak bisa mengakses internet sama sekali,” kata Ruhli kepada Cianjur Ekspres, Sabtu, 7 Maret 2026.
Menurutnya, pada 2025, pemetaan tersebut kembali diperkuat dan mulai direalisasikan melalui pemasangan akses internet di sejumlah sekolah.
BACA JUGA: Pemkab Cianjur Pastikan Program Wi-Fi Gratis Terus Berjalan
BACA JUGA:Komisi IV DPRD Cianjur Dorong Internet Gratis Sekolah Segera Direalisasikan
“Tahun 2025 kemarin kita sudah memaping dan Alhamdulillah sudah setengahnya program yang sudah dicanangkan terealisasi untuk program Wi-Fi gratis,” ujarnya.
Dia menjelaskan, realisasi program tersebut dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat.
“Adapun sumbernya kita telah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat. Alhamdulillah untuk daerah Naringgul dan Cikadu itu sudah terlayani sebagian sekolah untuk mendapatkan akses internet,” jelasnya.
Menurut Ruhli, layanan internet tersebut menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga pendidikan kesetaraan. “Tingkatannya semua, dari SD, SMP sampai kesetaraan,” katanya.
BACA JUGA:Disdikpora Cianjur Tetapkan Jam Pelajaran Dikurangi Selama Ramadan
BACA JUGA:Disdikpora Cianjur Atur KBM Selama Ramadan, Fokus Pendidikan Karakter dan Budi Pekerti
Terkait jumlah sekolah yang sudah terlayani, Ruhli menyebut pihaknya hanya memberikan titik koordinat lokasi sekolah, sementara penentuan kapasitas jaringan dilakukan oleh pihak terkait setelah melakukan verifikasi langsung di lapangan.
“Untuk jumlahnya kemarin kalau tidak salah perhitungan, karena kita hanya memberikan titik koordinat kemudian mereka mengklarifikasi langsung ke lapangan, jadi mereka yang menentukan besar kecilnya. Karena setiap lokasi akan berbeda. Tapi rata-rata dari kementerian itu sekitar 150,” kata Ruhli.
Sumber:
