Empat Warga Mande Cianjur Tewas Diduga Akibat Minuman Keras

Empat Warga Mande Cianjur Tewas Diduga Akibat Minuman Keras

Ilustrasi-meninggal dunia. (Foto: Pixabay)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Empat warga Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, meninggal dunia akibat diduga mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan. Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Menurut informasi yang dihimpun Cianjur Ekspres, selain empat korban meninggal, satu orang lainnya saat ini masih dalam kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasat Narkoba Polres Cianjur, Tatang Sunarya, mengatakan, setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, polisi memastikan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Setelah kami cek ke Kecamatan Mande, benar ada empat warga yang meninggal dunia dan satu orang lainnya dalam kondisi kritis di rumah sakit,” katanya, Jumat 27 Maret 2026.

BACA JUGA:Pemilik Rumah Gagalkan Upaya Pencurian di Cilaku Cianjur, Polisi Selidiki Identitas Pelaku

BACA JUGA:Polisi Catat 550.750 Ribu Kendaraan Keluar Masuk Cianjur Selama Operasi Ketupat 2026

Dari hasil penyelidikan sementara, para korban diketahui sempat mengeluhkan gejala serupa, seperti sakit perut dan muntah. Namun, waktu munculnya gejala hingga meninggal dunia tidak terjadi secara bersamaan.

Dia menjelaskan, korban berinisial FA (23) mulai mengalami gejala pada 24 Maret 2026 dan meninggal keesokan harinya. Sementara MR (22) mengeluhkan sakit sejak 21 Maret dan meninggal pada 26 Maret 2026.

“Dua korban lainnya, yakni L meninggal pada 25 Maret dan DO pada 26 Maret. Jadi waktunya berbeda-beda, baik saat mulai sakit maupun saat meninggal,” paparnya.

Selain itu, satu korban lain berinisial NH mengalami gejala serupa pada 24 Maret dan kini masih dirawat di RSUD Sayang dalam kondisi kritis.

BACA JUGA:Proyek Pembangunan Jembatan Senilai Rp340 Juta di Sindangbarang Cianjur Mangkrak

BACA JUGA:H+5 Lebaran, Arus Balik di Kawasan Puncak Cianjur Terpantau Ramai Lancar

“Korban yang dirawat belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam kondisi kritis. Kami berharap segera membaik agar bisa memberikan informasi lebih lanjut,” ujar Tatang.

Tatang menyebut, berdasarkan penelusuran awal, para korban diduga sempat mengonsumsi minuman beralkohol racikan sendiri. Namun, jenis minuman, lokasi, serta waktu pasti konsumsi masih belum diketahui.

Sumber: