Kasus HIV/AIDS di Cianjur Meningkat, Kelompok LSL Paling Dominan
Iustrasi-HIV/AIDS. (Foto: Pixabay)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menemukan banyak kasus HIV/AIDS dalam beberapa waktu terakhir. Penemuan tersebut berdasarkan hasil penelusuran aktif yang terus dilakukan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, menjelaskan, peningkatan angka tersebut bukan sepenuhnya mencerminkan lonjakan penularan, melainkan dampak dari masifnya kegiatan screening yang kini dilakukan secara lebih luas dan intensif.
“Sekarang kami lebih aktif melakukan pemeriksaan, terutama pada ibu hamil dan kelompok berisiko. Jadi kasus yang ditemukan lebih banyak karena pencarian yang lebih gencar,” jelasnya kepada wartawan, Rabu 8 April 2026.
I Made mengatakan, sebelumnya banyak kasus yang tidak terdeteksi karena keterbatasan jangkauan pemeriksaan. Dengan peningkatan upaya di lapangan, kasus-kasus yang tersembunyi kini mulai terungkap.
BACA JUGA:Pengidap HIV di Cianjur Terus Bertambah, Hingga Akhir November Capai 217 Kasus
BACA JUGA:Dinkes Cianjur Minta Masyarakat Waspadai Penyebaran Virus Campak
Dari hasil pendataan, kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) menjadi salah satu yang paling dominan dalam temuan kasus saat ini.
“Kelompok LSL cukup menonjol dalam data yang kami miliki saat ini,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga perilaku hidup sehat dan menghindari risiko penularan, seperti hubungan seksual tidak aman maupun penggunaan jarum suntik secara bergantian.
Menurutnya, kesadaran individu menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran HIV/AIDS.
BACA JUGA:Cegah Penyebaran Campak, Dinkes Cianjur Imbau Masyarakat Terapkan PHBS
BACA JUGA:Status UHC Prioritas Terancam Dicabut, Dinkes Cianjur Lakukan Reaktivasi Kepesertaan
“Penyakit ini sangat berkaitan dengan perilaku. Jika masyarakat bisa menjaga diri sesuai norma dan kesehatan, maka risiko penularan bisa dihindari,” ujar I Made.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan tenaga kesehatan untuk selalu disiplin dalam menerapkan standar operasional prosedur saat bertugas, terutama dalam tindakan medis yang berisiko.
Sumber: