DTPHP Cianjur Perkuat Mitigasi untuk Tekan Dampak Kekeringan
Ilustrasi-sawah kekeringan. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Cianjur memprioritaskan penanganan dan langkah mitigasi serta pengendalian dampak kekeringan. (Foto : Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur prioritaskan penanganan dan langkah mitigasi serta pengendalian dampak kekeringan selama musim kemarau.
Plt Kepala DTPHP Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar mengatakan bahwa penanganan kekeringan pada musim tanam April - September ini menjadi prioritas utama. Bahkan, sejak April pihaknya sudah menyampaikan informasi ke seluruh UPTD maupun Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
"Pada prinsipnya, kami sudah memitigasi antisipasi dan pengendalian dampak kekeringan," katanya Kamis 23 Juli 2026.
Wahyu menuturkan, mengenai kekeringan di Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang. Wilayah tersebut masuk dalam kategori Golongan III (hilir) pada Daerah Irigasi (DI) Cihea, sehingga rawan terdampak ketika pasokan air menyusut.
BACA JUGA:Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Sawah di Delapan Kecamatan Cianjur
BACA JUGA:Longsor di Kecamatan Campakamulya Cianjur Rusak Sawah di Empat Desa
"Berdasarkan data dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, debit air di Bendungan Utama Cisuru mengalami penurunan drastis," katanya.
Wahyu mengatakan, berdasarkan laporan petugas teknis di lapangan yang memperah distribusi air ke sawah, seperti peralihan fungsi air, air irigasi banyak dimanfaatkan untuk sektor perikanan dan pemukiman.
"Adanya penyumbatan saluran sampah plastik yang menumpuk menghambat aliran air di saluran sekunder dan tersier, kemudian pengrusakan pintu air, banyak bangunan pintu air yang sudah dikunci sesuai jadwal giliran, namun dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Wahyu menuturkan, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan BBWS Citarum, UPTD, PPL, POPT, serta unsur TNI-Polri menerapkan sejumlah strategi untuk mengatasi krisis air di Cihea, diantaranya sistem gilir giring, pemberlakuan jadwal giliran pasokan air yang diprioritaskan untuk lahan sawah di wilayah hilir sejak 6 Juli 2026.
BACA JUGA:Kemarau Kian Meluas, Cianjur Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan
BACA JUGA:14 Kecamatan Dilanda Kekeringan, Lima Mobil Tangki Disiagakan Salurkan Air Bersih
Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan pengawasan ketat dengan mengintensifkan petugas kontrol di pintu-pintu air agar aliran tetap fokus ke lahan pertanian.
"Optimalisasi pompa dan penyesuaian jadwal tanam, mendorong penggunaan irigasi perpompaan secara merata dan menyesuaikan pola tanam," tukasnya. (Cr2)
Sumber: