Wamen Nezar Ingatkan Risiko Pemanfaatan AI

Wamen Nezar Ingatkan Risiko Pemanfaatan AI

Wamenkomdigi Nezar Patria saat menjadi pembicara dalam acara Philo Connect di Rumah Kagama, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (19/08/2026). (Foto: Komdigi.go.id)--

Tantangan etika AI, lanjut Wamen Nezar, akan semakin kompleks ketika teknologi berkembang menuju embodied AI atau physical AI, seperti robot humanoid yang mampu berinteraksi langsung dengan manusia.

Dengan dukungan large language model, robot dapat melakukan percakapan, mengenali lawan bicara, melakukan profiling, hingga membangun hubungan yang disebut sebagai synthetic relations.

BACA JUGA:Komdigi Wajibkan Registrasi SIM Berbasis Biometrik untuk Cegah Penyalahgunaan NIK

BACA JUGA:Komdigi Mulai Verifikasi 14 Layanan Digital Apple untuk Pastikan Kepatuhan terhadap PP TUNAS

“Orang merasa bahwa dia lebih bisa percaya sama mesin ketimbang dengan manusia,” ungkapnya.

Menurut Wamen Nezar, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai AI tidak cukup hanya melihat kemampuan teknologinya.

Manusia perlu terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif agar dapat menentukan bagaimana AI seharusnya digunakan dan ke mana arah perkembangannya.

“Ini menjadi renungan, menjadi refleksi yang sangat baik untuk kita semua yang pernah kuliah di filsafat,” pungkas Wamen Nezar.(Komdigi.go.id)

Sumber: