Belum 100 Hari Menjabat, Kades di Cianjur Mundur, Ada Apa?

Belum 100 Hari Menjabat, Kades di Cianjur Mundur, Ada Apa?

Cianjurekspres.net - Belum juga seratus hari menjabat sebagai Kepala Desa (Kades), Kades Cibeureum, Kecamatan Cugenang Asep Nahdoh secara mengejutkan mennyampaikan pengunduran diri dari jabatan kades. Surat pengunduran dirinya tersebut disampaikan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cibereum tertanggal, Senin (15/6). Ketua BPD Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang H Agus membenarkan, pengunduran diri dari Asep Nahdoh sebagai kades. Dalam surat pengunduran diri yang ditanda tangani diatas materai tersebut terkuak alasan pengunduran dirinya dari kades. "Alasan pengunduran dirinya karena sakit, tapi tidak menyebut sakit apa. Kita mau coba klarifikasi kepada yang bersangkutan (Asep Nahdoh-red), namun belum bisa ditemui. Dengan BPD selama ini baik-baik saja, tidak ada masalah," kata H Agus saat dihubungi Cianjur Ekspres, Senin (29/6). Ia tidak menampik jika kabar pengunduran diri kades yang dilantik pada18 April 2020 lalu itu erat kaitan dengan janji politis yang ternyata tidak sesuai dengan harapan setelah menjadi kades. "Kabar seperti itu memang ada, tapi saya rasa beliau itu pengusaha, sayangnya kita belum bisa klarifikasi," katanya. Menindak lanjuti surat pengunduran diri dari Kades Cibeureum, BPD telah menyampaikan surat kepada Camat Cugenang untuk tindak lanjutnya. "Kita sudah layangkan surat pengunduran diri kades Cibeureum ke camat, tindak lanjutnya seperti apa itu ada di kecamatan, tentunya membutuhkan proses," paparnya. Baca Juga: Jumlah Ibu Hamil di Cianjur Naik 2,1 Persen Camat Cugenang Komariah mengungkapkan, pihaknya sudah menerima surat pengunduran diri dari Kades Cibeureum Asep Nahdoh. Pihaknya belum bisa menindaklanjuti untuk proses pengunduran diri dari kades tersebut. "Mundur dari jabatan kades itu tidak bisa serta merta. Harus ada prosesnya, kalau yang bersangkutan alasan sakit, itu harus dibuktikan dengan surat keteangan sakit apa dari instansi yang berwenang. Apakah sejauh mana sakit itu bisa membahayakan keselamatan dan mengancam," kata Komariah saat dihubungi terpisah. Kendati demikian, pihaknya telah berupaya menghubungi kades Cibeureum dan menanyakan alasan mundur dari kades. "Sepertinya beliau (kades Cibeureum) dalam tekanan. Karena sempat memberikan jawaban yang berulang-ulang. Setelah kita banyak komunikasi yang bersangkutan Insya Allah akan kembali," tegasnya. Camat menegaskan, untuk memastikan apakah jadi tidaknya kades Cibeureum mundur akan terungkap pada 1 Juli 2020 mendatang. "Beliau saat saya ajak kembali hanya menjawab Insya Allah pada 1 Juli, kita lihat saja. Kalau misalnya tetap pada keputusannya, kita juga tetap akan meminta alasan kuatnya," pungkasnya.(sri)

Sumber: