Cianjur Menjadi Percontohan Ruang Isolasi Desa Pasien Covid
Cianjurekspres.net - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Cianjur masih memenuhi syarat WHO yakni 60%, serta adanya ketersediaan fasilitas ruang isolasi desa. "Tingkat keterisian diharapkan di bawah 60 persen sesuai dengan standar WHO. Kalau menjelang 70% akan ada penambahan kamar," jelas Emil (sapaan Ridwan Kamil) dalam kunjungannya ke RSUD Cianjur, Selasa (22/6/2021). Sehingga, lanjut Emil, kombinasi menguatkan perawatan di desa dan kelurahan akan menjadi unggulan Jawa Barat dalam menyelesaikan kedaruratan. "Saat ini varian baru delta Covid-19 sudah ada di Karawang dan Depok, semoga saja tidak berimbas ke Cianjur. Saya melihat Cianjur menjadi daerah yang bagus untuk dicontoh, karena tempat isolasi sudah baik," jelasnya. Emil menyebut, adanya isolasi desa dimaksudkan untuk mengurai kepadatan agar tidak terlalu padat di rumah sakit. Ia menilai, tidak semua pasien Covid-19 memerlukan perawatan di rumah sakit. "Jadi rumah sakit bisa dimaksimalkan untuk yang bergejala berat, untuk yang ringan bisa melakukan isolasi di desa atau puskesmas saja," jelasnya. Saat ini, Emil menilai, Kabupaten Cianjur sudah melalukan fungsinya dengan baik. Ia pun mengingatkan untuk tidak terlena dengan keadaan saat ini. "Kita sebenarnya sudah belajar kondisi lonjakan angka Covid-19 seperti saat ini. Jadi tidak usah khawatir, kita pasti bisa menurunkannya lagi angka saat ini," jelasnya. Namun, lanjut Emil, jika sudah menurun ia menegaskan untuk tidak lagi terlena dengan tidak mematuhi protokol kesehatan. "Kita kemarin karena turun
Sumber: