Mojang Jajaka Cianjur 2025 Kembali Digelar Setelah Vakum 4 Tahun
Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi bersama para finalis Mojang Jajaka Kabupaten Cianjur 2025. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Akmal Esa Nugraha)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Setelah vakum selama empat tahun akibat pandemi Covid-19, ajang Pemilihan Mojang Jajaka (Moka) Cianjur kembali digelar pada 2025. Grand final menampilkan 30 finalis terbaik.
Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Cianjur, Chandra Pratama Priyatna, menjelaskan rangkaian kegiatan Moka dimulai sejak Juli 2025. Mulai dari pendaftaran, proses seleksi, hingga malam grand final berjalan lancar berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
“Alhamdulillah kita mulai dari bulan Juli 2025. Rangkaian acaranya dari mulai pendaftaran, seleksi, sampai bulan ini berjalan dengan lancar. Dengan bantuan juga tentunya Pemkab Cianjur melalui Disbudpar, itu sangat membantu sekali dengan keberadaannya pemilihan Mojang Jajaka 2025 ini,” ujar Chandra kepada Cianjur Ekspres, pada Sabtu 11 Oktober 2025.
Chandra, total peserta yang mendaftar pada tahap awal mencapai 89 orang. Dari jumlah tersebut, diseleksi menjadi 40 orang pada tahap pertama. Kemudian, melalui seleksi tahap kedua, jumlah peserta dikerucutkan menjadi 15 pasang atau 30 orang.
BACA JUGA:Pemkab Cianjur Siapkan GGM Untuk Audisi Dangdut Academy 2025
BACA JUGA:Disbudpar Cianjur Yakin Audisi Dangdut Akademi Bisa Dongkrak PAD
“Setelah seleksi tahap 2 langsung ditetapkan menjadi menjadi 30 orang atau 15 pasang Moka,” jelasnya.
Lanjutnya, pada malam grand final, dua nama terpilih sebagai Mojang dan Jajaka terbaik, yaitu Nazwa atau Meitun dan Raski. Meitun diketahui merupakan mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, asli warga Kecamatan Karangtengah, Cianjur.
Sedangkan Raski adalah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) asal Warungkondang. “Untuk Mojang atas nama Nazwa atau Meitun, usianya 22 tahun. Sedangkan Jajaka atas nama Raski, usianya 19 tahun,” katanya.
Dia menambahkan, Raski memiliki pengalaman sebelumnya dalam ajang serupa, yakni pernah mengikuti pemilihan duta kampus. Namun, untuk ajang Mojang Jajaka ini, menjadi pengalaman pertamanya. “Kalau tidak salah Raski pernah ikut duta kampus, tapi untuk pemilihan duta pariwisata seperti Moka ini baru pertama kali,” katanya.
BACA JUGA:Siap-siap! Disbudpar Cianjur akan Gelar Audisi Penyanyi Dangdut
BACA JUGA:Disbudpar Cianjur Yakin Audisi Dangdut Akademi Bisa Dongkrak PAD
Lebih lanjut, ajang itu menjadi spesial lantaran terakhir kali diselenggarakan pada 2021, sebelum kemudian vakum karena pandemi Covid-19. “Terakhir kita mengadakan pasanggiri pemilihan itu di 2021. Setelah vakum 4 tahun, alhamdulillah 2025 ini bisa digelar lagi,” ujar Chandra.
Terkait proses seleksi, Chandra menyebut seleksi tahap pertama meliputi pemeriksaan administrasi peserta, mulai dari identitas kependudukan, tinggi badan, berat badan, hingga kelengkapan berkas. Pada tahap kedua, peserta diuji dalam unjuk kabisa atau penampilan bakat. “Untuk unjuk kabisa disaring menjadi 15 pasang finalis yang malam ini tampil di grand final,” katanya.
Sumber:
