Banner Disway Award 2025

Warga Keluhkan Jalan Rusak, Bupati Cianjur: Kita Benahi Sedikit Demi Sedikit

Warga Keluhkan Jalan Rusak, Bupati Cianjur: Kita Benahi Sedikit Demi Sedikit

Bupati Cianjur, Mochamad Wahyu Ferdian. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Mochamad Nursidin)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Sejumlah warga di Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur mengeluhkan jalan penghubung desa Neglasari, Mulyasari, dan Bunisari rusak parah, dan tak kunjung diperbaiki selama lebih dari satu dekade.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Cianjur, Mochamad Wahyu Ferdian, mengakui bahwa permasalahan infrastruktur di Cianjur memang sudah berlangsung lama. Pemerintah daerah, kata Wahyu, kini tengah melakukan perbaikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran.

“Ini merupakan permasalahan yang sudah lama sebenarnya, dan kita membenahi sedikit demi sedikit dalam hal infrastruktur agar kondisinya menjadi lebih baik,” kata Bupati kepada wartawan, Senin (27/10/2025).

Bupati menuturkan, kondisi geografis Cianjur yang luas dan sebagian besar merupakan wilayah perbukitan serta rawan pergeseran tanah menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA:30 Tahun Jalan Rusak, Masyarakat Cianjur Selatan Akan Adukan ke Presiden Prabowo

BACA JUGA:Malu Sama Wisatawan, Alam Sunda Group Aspal Jalan Rusak di Hanjawar

“Cianjur hampir sebagian besar merupakan daerah rawan pergeseran tanah. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk menempati daerah-daerah yang memang peruntukannya sebagai kawasan pemukiman,” ujarnya.

Selain menyoroti infrastruktur, Wahyu juga menyampaikan apresiasinya kepada para tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah pelosok. Menurutnya, mereka layak mendapat penghargaan lebih karena dedikasinya dalam melayani masyarakat di tengah keterbatasan fasilitas dan akses jalan.

“Tenaga kesehatan di daerah pelosok memiliki semangat dan pengabdian luar biasa. Mereka pantas mendapatkan apresiasi lebih dibandingkan rekan-rekan di wilayah perkotaan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Neglasari, Nasihin, mengatakan jalan tersebut terakhir kali diperkeras pada tahun 2013 melalui program PNPM Mandiri. Namun, sejak saat itu belum ada perbaikan berarti hingga kini kondisi jalan rusak total.

BACA JUGA:Tak Tersentuh Perbaikan, Jalan di Kawasan Pertanian Blok Ciguntur Rusak Parah

BACA JUGA:Viral, Ibu Hamil di Cianjur Terpaksa Ditandu Sejauh 1,5 Kilometer Akibat Akses Jalan Rusak

“Sudah lebih dari sepuluh tahun tidak tersentuh perbaikan. Sekarang kondisinya berlumpur parah, padahal ini jalur penting bagi aktivitas ekonomi dan sosial warga,” katanya.

Kades menjelaskan, keterbatasan dana desa menjadi kendala utama untuk memperbaiki jalan. Dengan total anggaran dana desa sekitar Rp800 juta per tahun, sebagian besar sudah terserap untuk program wajib seperti BLT DD, Bumdes, dan operasional pemerintahan desa.

Sumber: