Tak Tersentuh Perbaikan, Jalan di Kawasan Pertanian Blok Ciguntur Rusak Parah
Jalan di kawasan pertanian Blok Ciguntur, Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, tampak rusak parah dan tidak layak di lintasi, kemarin (28/10/2025). (Foto: CIANJUR EKSPRES/Dede Sandi Mulyadi)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Kondisi jalan di kawasan pertanian di Blok Ciguntur, Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, rusak parah dan memprihatinkan.
Mirisnya lagi, jalan yang memiliki panjang sekitar tiga kilometer dengan lebar enam meter, sejak dibuka pada tahun 2007 lalu, belum pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah daerah.
Akibatnya, ribuan petani di kawasan tersebut kesulitan mengangkut hasil panen dan menambah beban biaya operasional pertanian.
Salah seorang petani, Abah Dede (58), mengungkapkan bahwa jalan menuju pertanian milik para petani sudah rusak sejak 2007 dan tak pernah mendapat perbaikan.
BACA JUGA:Viral, Ibu Hamil di Cianjur Terpaksa Ditandu Sejauh 1,5 Kilometer Akibat Akses Jalan Rusak
BACA JUGA:Malu Sama Wisatawan, Alam Sunda Group Aspal Jalan Rusak di Hanjawar
"Sejak pembukaan jalan pada 2007 lalu, jalan ini belum pernah tersentuh perbaikan, padahal akses jalan ini sangat penting bagi para petani," ujarnya.
“Kalau hujan turun jalan jadi licin dan berbahaya. Tak jarang mobil atau tukang ojek pengangkut hasil tani terjebak lumpur,” tambah Abah Dede.
Akibat kondisi jalan yang buruk, lanjut Abah Dede, para petani kerap menghadapi kesulitan saat hendak mengirim barang hasil panen, dan memperparah tekanan ekonomi karena biaya operasional semakin tinggi.
“Mending kalau harga sayuran sedang bagus, bagaimana kalau sedang anjlok seperti sekarang ini, para petani semakin terpuruk," katanya.
BACA JUGA:30 Tahun Jalan Rusak, Masyarakat Cianjur Selatan Akan Adukan ke Presiden Prabowo
BACA JUGA:Puluhan Tahun Tak Diperbaiki, Jalan Penghubung Tiga Desa di Agrabinta Rusak Parah
Keluhan serupa disampaikan Asep warga Kampung Ciguntur. Ia menyebut sebagian perbaikan jalan selama ini hanya berasal dari swadaya masyarakat dan bantuan para pemilik vila di kawasan tersebut.
“Kami sering gotong royong memperbaiki jalan yang rusak, padahal ini akses utama warga dan petani. Kami berharap ada perhatian nyata dari pemerintah desa dan kabupaten,” ujarnya.
Sumber:
