Komisi IV DPRD Cianjur Catat Tiga PR Besar di Sektor Pendidikan
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rian Purwa Wiwitan. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Moch. Nursidin)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) di sektor pendidikan selama 2025. Persoalan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rian Purwa Wiwitan, mengatakan setidaknya ada tiga poin utama yang menjadi catatan pihaknya di bidang pendidikan.
“Selama 2025, kami menyoroti beberapa hal yang menjadi PR di pendidikan. Pertama adalah angka putus sekolah yang masih harus terus digenjot oleh Dinas Pendidikan,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Kamis 8 Januari 2025.
Selain itu, Komisi IV juga menyoroti kondisi infrastruktur pendidikan yang dinilai masih belum layak. Banyak ruang kelas dan sarana pendukung lainnya yang membutuhkan perbaikan.
BACA JUGA:Nasib Ribuan Guru Honorer Cianjur Belum Jelas, Ini Kata Anggota Komisi IV DPRD
BACA JUGA:Komisi IV DPRD Cianjur Dukung Penuh Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan
“Kedua masalah infrastruktur dan kelayakan. Kemarin juga disampaikan banyak ruang kelas dan fasilitas lainnya yang kondisinya sudah tidak layak,” kata Rian.
Poin ketiga yang menjadi perhatian adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pendidikan, baik dari sisi tenaga pendidik maupun pengelolaan sekolah.
“Ketiga adalah masalah SDM. Itu juga menjadi catatan kami,” jelasnya.
Terkait program dan evaluasi pendidikan di 2026, Rian mengungkapkan pihaknya belum melakukan pembahasan secara khusus bersama Disdikpora. Hingga saat ini, Komisi IV belum menggelar rapat awal tahun.
BACA JUGA:Komisi IV DPRD Cianjur Harap DAK Fisik Pendidikan Tidak Berkurang Drastis
BACA JUGA:Komisi IV DPRD Cianjur Sikapi Pemberhentian Puluhan Kepala Sekolah
“Untuk 2026 kami belum membahas secara detail karena belum ada rapat awal tahun dengan Disdikpora. Nanti setelah Badan Musyawarah (Bamus) menetapkan jadwal, kami akan langsung melaksanakan rapat,” ungkapnya.
Dia menegaskan, dalam rapat tersebut Komisi IV akan kembali menyampaikan tiga poin utama, termasuk persoalan angka putus sekolah, agar dapat segera ditindaklanjuti pada 2026.
Sumber:
