Diskominfo Jabar Sediakan Jaringan Internet di Lokasi Longsor KBB
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat membantu penanganan longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan menyediakan jaringan internet yang terkoneksi langsung ke satelit. (jabarprov.go.id)--
CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat membantu penanganan longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan menyediakan jaringan internet yang terkoneksi langsung ke satelit. Dua unit alat jaringan internet telah dipasang di sekitar lokasi longsor.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar mengatakan, dengan tersedianya jaringan internet, komunikasi di lokasi longsor berlangsung lancar. Kegiatan pengolahan data juga dapat dilakukan dengan optimal.
"Kami menghadirkan jaringan internet yang stabil sehingga memudahkan penanganan longsor," ucap Adi di Desa Pasirlangu, Senin 26 Januari 2026.
BACA JUGA:BNNK Cianjur Rehabilitasi 55 Pencandu Narkoba Selama 2025
BACA JUGA:Polres Cianjur Tangkap Dua Tersangka Pembacokan, Dua Orang Ditetapkan DPO
Selain jaringan internet, Diskominfo Jawa Barat juga menyediakan gambar udara yang diambil dengan drone untuk keperluan pemetaan lokasi longsor. Gambar tersebut akan diolah menjadi data untuk pijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam mengambil kebijakan penanganan longsor.
Diskominfo Jawa Barat pun memberikan dukungan pusat informasi di Kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Tujuannya, untuk menyediakan informasi yang benar dan tepat kepada masyarakat terkait longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Bantuan juga datang dari Dinas Sosial (Dinsos) Jabar melalui Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Dinsos Jabar melakukan pemeriksaan kesehatan mental terhadap 105 pengungsi di lokasi pengungsian Aula dan GOR Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Ketua Tim Pelayanan dan Pemulihan Sosial, Rudy menuturkan, pemeriksaan kesehatan dilakukan menggunakan instrumen Self Reporting Questionnaire 20 (SRQ-20). Tujuannya, untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan mental para penyintas pascabencana, khususnya tingkat stres, kecemasan, serta potensi gangguan psikologis lainnya. Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap penyintas terdampak langsung longsor, mulai dari usia remaja hingga lansia.
Kesehatan fisik para pengungsi juga dipantau oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat, Kementerian Kesehatan serta mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani.
Sumber: jabarprov.go.id
