Sosiolog Soroti Maraknya Juru Parkir Liar di Cianjur, Ini Katanya
Praktik juru parkir liar di sejumlah titik keramaian di Kabupaten Cianjur kembali menjadi perhatian publik. (Foto: Dok Cianjur Ekspres)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Praktik juru parkir liar di sejumlah titik keramaian di Kabupaten Cianjur kembali menjadi perhatian publik. Fenomena ini dinilai bukan sekadar persoalan ketertiban, melainkan sudah menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Sosiolog Cianjur, Pupu Jamilah, menilai keberadaan juru parkir pada dasarnya memiliki fungsi sosial dalam membantu penataan kendaraan dan mendukung aktivitas usaha. Namun, dia menegaskan bahwa praktik parkir liar yang tidak terkelola dengan baik justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, pungutan parkir di hampir setiap lokasi membuat beban pengeluaran warga meningkat, terutama bagi mereka yang harus berpindah tempat dalam satu waktu.
Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memengaruhi minat belanja masyarakat dan berdampak pada pelaku usaha.
“Dalam konteks sosial, jukir bisa membantu ketertiban parkir dan mendukung usaha. Tetapi ketika praktiknya tidak terkontrol dan muncul di banyak titik tanpa pengawasan, masyarakat merasa dirugikan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 26 Februari 2026.
BACA JUGA:Dishub Cianjur Akan Tertibkan Parkir di Kawasan Bomero
BACA JUGA:Dishub Cianjur Awasi Jukir Liar Selama Ramadan
Pupu menjelaskan, persoalan ini tidak bisa dipandang secara hitam-putih. Di satu sisi terdapat kebutuhan ekonomi para jukir, namun di sisi lain ada hak masyarakat untuk mendapatkan rasa nyaman dan kepastian biaya.
Karena itu, Pupu mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga merancang solusi jangka panjang. Salah satunya melalui pembinaan dan pelatihan keterampilan bagi para jukir liar agar memiliki alternatif mata pencaharian lain.
“Pendekatan represif saja tidak cukup. Harus ada pembinaan, pelatihan, bahkan dukungan modal usaha agar mereka bisa beralih ke sektor yang lebih produktif,” katanya.
Dia menambahkan, tanpa penanganan yang komprehensif, praktik jukir liar berpotensi terus berulang dan memicu ketegangan sosial.
BACA JUGA:Hingga Akhir November, Realisasi Retribusi Parkir Dishub Cianjur Capai 86 Persen
BACA JUGA:Jalur Sepeda di Jalan Siliwangi Dijadikan Parkir Kendaraan, Dishub Cianjur: Itu Liar
Sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci untuk menciptakan ketertiban sekaligus menjaga iklim usaha tetap kondusif di Cianjur.
Sumber:
