Banner Disway Award 2025

Pemkab Cianjur Jalin Koordinasi Pemulangan Warga Terdampak Perang

Pemkab Cianjur Jalin Koordinasi Pemulangan Warga Terdampak Perang

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Cianjur terus menjalin komunikasi dengan Direktorat Perlindungan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, terkait sejumlah warga asal Cianjur yang dilaporkan mengalami kesulitan untuk kembali ke Tanah Air akibat konflik bersenjata di beberapa negara.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan, hingga saat ini koordinasi masih terus dilakukan guna memastikan langkah terbaik bagi pemulangan para warga tersebut.

“Kami masih berkomunikasi dengan Direktorat Perlindungan Kementerian Luar Negeri. Ada rekan-rekan kita yang kesulitan pulang ke Indonesia karena situasi perang di beberapa negara,” katanya kepada wartawan, Senin 2 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi konflik yang terjadi menyebabkan sejumlah bandara menghentikan operasional, sehingga akses penerbangan menjadi terbatas. Hal itu turut menyulitkan proses evakuasi maupun pemulangan warga.

BACA JUGA:Pemkab Cianjur Perketat Pengawasan MBG Selama Ramadan

BACA JUGA:Alasan Anggaran, Pemkab Cianjur Pastikan Tak Ada Mudik Gratis Lebaran 2026

“Kami juga menghadapi kendala karena situasi peperangan membuat beberapa bandara ditutup. Kami terus berupaya mencari solusi, termasuk kemungkinan pengalihan ke negara lain yang masih memiliki penerbangan ke Indonesia,” ujar Bupati.

Pemkab Cianjur saat ini juga tengah melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti warga yang terdampak, termasuk mereka yang berangkat secara nonprosedural. Bupati menegaskan, seluruh warga tetap akan mendapatkan bantuan tanpa terkecuali.

“Yang nonprosedural pun tetap warga kita. Tentu akan kami bantu. Namun kami mengimbau agar masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri menempuh jalur legal agar lebih mudah dalam proses perlindungan dan pemulangan,” katanya.

Dia menambahkan, informasi sementara menyebutkan kondisi para warga dalam keadaan aman. Meski demikian, pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk membuka posko komunikasi guna memudahkan keluarga memperoleh informasi terbaru.

BACA JUGA:Pemkab Cianjur Wajibkan Tempat Hiburan Malam Tutup Selama Ramadan

BACA JUGA:Pemkab Cianjur Pastikan Program Rembug Warga Berjalan, Tahun 2026 Dilaksanakan di 100 Desa

Terkait adanya laporan seorang WNI asal Cianjur yang diduga mengalami penyiksaan dan masih menjalani perawatan di rumah sakit di salah satu negara yang tengah berkonflik, Bupati mengakui akses informasi masih terbatas.

“Karena berada di negara yang sedang berkonflik, memang cukup sulit mendapatkan informasi detail. Namun kami tetap berupaya berkoordinasi untuk memastikan kondisinya,” tandasnya. 

Sumber: