Pemkab Cianjur Siapkan Irigasi dan Sarana Pertanian, Antisipasi Hadapi Musim Kemarau
Ilustrasi-musim kemarau. (Foto: Pixabay)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan pemerintah daerah mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada 2026.
Hal tersebut menyusul prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih cepat dibandingkan rerata klimatologinya.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh berakhirnya fenomena La Nina lemah pada Februari 2026 yang kini telah bergeser ke fase netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun.
“Kita membahas juga hal tersebut, bahkan sebelum tahun 2026 sudah ada pembicaraan. Kebetulan sekarang kepala dinas kita sedang kurang sehat, sehingga sebetulnya pembicaraan itu sudah ada dan kita persiapan menghadapi kemarau yang dianggap ekstrem untuk daerah-daerah Cianjur,” kata Bupati kepada Cianjur Ekspres, Senin 9 MAret 2026.
BACA JUGA:BPBD: Prakiraan BMKG, Cianjur Akan Diguyur Hujan Selama 2 Pekan
BACA JUGA:BPBD: BMKG Jabar Tetapkan Cianjur Status Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat
Bupati menuturkan, pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, terutama pada sektor pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.
“Kita persiapkan infrastruktur terutama irigasi, lalu persiapan juga bibit, pupuk, dan lain sebagainya agar pada tahun 2026 ini dan 2027 hasil panen bisa normal,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Cianjur juga memetakan sejumlah wilayah yang memiliki riwayat rawan kekeringan saat musim kemarau.
“Terutama daerah-daerah yang memang rawan menghadapi kekeringan seperti Cilaku, Cibeber, dan kecamatan lainnya yang sepenuhnya memiliki riwayat mengalami kekeringan,” katanya.
BACA JUGA:Memasuki Musim Hujan, BPBD Waspadai Tanah Longsor di Cianjur Selatan
Saat ini, lanjut dia, pemerintah daerah sedang menyusun kajian terkait langkah antisipasi yang akan diambil. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah.
“Saat ini kita sedang buat kajian dan selanjutnya mungkin akan dikeluarkan surat edaran,” katanya.
Sumber:
