Puluhan Nasabah Datangi Kantor LKM Akhlakul Karimah Cibinong Cianjur
Puluhan nasabah menggeruduk kantor Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Akhlakul Karimah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur. (Foto: Istimewa)--
CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Puluhan nasabah menggeruduk kantor Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Akhlakul Karimah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur.
Mereka mendesak pencairan dana tabungan yang tidak kunjung diberikan oleh pengelola lembaga keuangan milik Pemkab Cianjur itu.
Seorang nasabah, Herawati mengaku telah menjadi nasabah selama 20 tahun dengan total jumlah tabungan senilai Rp600 juta. Namun tabungan senilai ratusan juta rupiah miliknya itu hingga saat ini belum dapat dicairkan.
Padahal, dana tersebut, rencananya akan digunakan untuk kebutuhan jelang Lebaran nanti.
BACA JUGA: Kuasa Hukum Nasabah PT LKM Akhlakul Karimah Somasi Direksi dan Pemda Cianjur
BACA JUGA:Nasabah LKM Akhlakul Karimah Cianjur Akan Somasi Direksi dan Bupati
"Saya sudah sering datang ke kantornya untuk mencairkan dana tabungan, namun tidak pernah bisa. Alasan dari kepala cabangnya, karena tengah ada masalah pada kantor pusatnya. Tabungan saya mencapai Rp600 juta dan hingga saat ini tidak dapat diambil atau dicairkan," katanya, Rabu 11 Maret 2026.
Karena itu, dia mendesak pengelola LKM Akhlakul Karimah agar segera mencairkan dana tabungan milik para nasabahnya.
"Kita butuh dana ini untuk kebutuhan Lebaran nanti dan ini waktunya sangat mepet, jika tidak juga dapat dicairkan kita akan datang ke kantor pusatnya di Cianjur. Bahkan, kita akan datang ke Bupati, karena ini merupakan lembaga keuangan milik Pemkab Cianjur," katanya.
Nasabah lainnya, Rojanah mengungkapkan dana tabungan milik anggota majlis taklim yang disimpan hampir 15 tahun di lembaga keuangan itu tidak kunjung dapat dicairkan.
BACA JUGA:Nasabah LKM Akhlakul Karimah Kembali Ngadu ke BPSK Cianjur
BACA JUGA:BPSK Ungkap Penyebab LKM Akhlakul Karimah Tak Mampu Kembalikan Uang Nasabah
Selain tabungan, sambung Rojanah, sejumlah nasabah juga mendesak pencairan dana haji yang juga disimpan di lembaga keuangan tersebut.
"Nilai totalnya mungkin bisa mencapai belasan milyar rupiah. Semuanya, tidak dapat dicairkan," ujarnya.
Sumber:
