Penjualan Oleh-oleh Khas Cianjur Lesu saat Libur Lebaran, Omset Pedagang Menurun

Penjualan Oleh-oleh Khas Cianjur Lesu saat Libur Lebaran, Omset Pedagang Menurun

Penjualan oleh-oleh khas Cianjur, yakni manisan pada momen lebaran tahun ini terpantau lesu. Pedagang mengeluhkan penurunan omset yang cukup signifikan. (Foto: CIANJUR EKSPRES/Akmal Esa Nugraha)--

CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Penjualan oleh-oleh khas Cianjur, yakni manisan pada momen lebaran tahun ini terpantau lesu. Pedagang mengeluhkan penurunan omset yang cukup signifikan.

Salah seorang pegawai toko, Alfan Samudra (22), mengatakan, penjualan manisan pada lebaran tahun ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

“(Penjualan,red) manisan di momen Lebaran sekarang sepi,” katanya, Rabu 25 Maret 2026.

Meski begitu, beberapa jenis manisan masih menjadi favorit pembeli, diantaranya manisan salak, mangga, hingga anggur Bogor jenis canar yang cukup diminati.

BACA JUGA:Hunian Hotel Libur Lebaran 2026 di Cianjur Capai 69 Persen

BACA JUGA:KA Siliwangi jadi Pilihan Pemudik Saat Lebaran 2026, Okupansi Capai 93 hingga 201 Persen

“Ada salak, mangga, sama anggur juga. Anggur Bogor, namanya anggur canar, ada juga kedondong Bangkok, dan lain-lain lah banyak segala macam,” ujarnya.

Dari segi harga, manisan basah dijual bervariasi. Mangga dan salak dibanderol sekitar Rp60 ribu per kilogram, sementara anggur dan kedondong Bangkok mencapai Rp80 ribu per kilogram. Sementara untuk manisan kering, harganya berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram, tergantung jenisnya.

“Yang paling laris itu manisan basah, manisan Mangga Salak, dan Anggur Bogor sih biasanya untuk sekarang,” kata Alfan.

Alfan menyebut, meski jenis produk cukup lengkap, tren penjualan justru mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:Puncak Arus Balik di Kawasan Puncak Cianjur Diperkirakan Terjadi 27-28 Maret

BACA JUGA:Dishub Cianjur Catat Arus Mudik Lebaran 2026 Naik 20 Persen, Didominasi Pemotor

“Di sini ada manisan basah dan ada juga manisan kering. Sepi banget tahun sekarang,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan, pada momen Lebaran sebelum-sebelumnya, omset toko bisa mencapai kisaran Rp7 juta. Namun kini, pendapatan cenderung tidak menentu dan mengalami penurunan.

Sumber: